Dikawal Pasukan AS, Kapal Kargo Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Dikawal Pasukan AS, Kapal Kargo Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 05 Mei 2026 16:14 WIB
Kapal kargo berlayar di Selat Hormuz pada Februari lalu, beberapa hari sebelum perang berkecamuk (dok. AFP/GIUSEPPE CACACE)
Kapal kargo berlayar di Selat Hormuz pada Februari lalu, beberapa hari sebelum perang berkecamuk (dok. AFP/GIUSEPPE CACACE)
Washington DC -

Sebuah kapal kargo pengangkut kendaraan berbendera Amerika Serikat (AS) berhasil melintasi Selat Hormuz dengan dikawal oleh aset-aset militer AS pada Senin (4/5) waktu setempat.

Aktivitas perlintasan tersebut, seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (5/5/2026), diumumkan oleh perusahaan pelayaran dan logistik asal Denmark, Maersk.

Maersk dalam pernyataannya menyebutkan bahwa kapal Alliance Fairfax, yang berbendera AS dan dioperasikan oleh Farrell Lines, anak perusahaan Maersk, berhasil keluar dari perairan Teluk secara aman melalui Selat Hormuz, yang diblokade Iran, dengan didampingi aset-aset militer Washington.

Maersk melaporkan bahwa transit kapal Alliance Fairfax di Selat Hormuz berlangsung tanpa insiden, dengan semua awak kapal selamat dan tidak terluka.

Kapal Alliance Fairfax merupakan bagian dari Program Keamanan Maritim AS, yang memberikan dukungan finansial kepada puluhan kapal komersial swasta berbendera AS yang menjamin transportasi untuk militer AS selama perang atau keadaan darurat nasional.

Alliance Fairfax merupakan salah satu dari ratusan kapal yang terjebak di perairan Teluk, dengan adanya penutupan Selat Hormuz oleh Iran sejak awal Maret.

Setidaknya satu kapal berbendera AS lainnya masih berada di kawasan Teluk.

Aktivitas perlintasan terbaru itu terjadi saat pasukan militer AS, sebut Komando Pusat AS (CENTCOM), secara aktif membantu upaya memulihkan pengiriman komersial melalui Selat Hormuz.

Sekitar 20 persen minyak dunia melewati jalur maritim penting tersebut, sebelum hampir sepenuhnya ditutup saat perang antara AS dan Israel melawan Iran berkecamuk pada akhir Februari.

"Sebagai langkah pertama, dua kapal dagang berbendera AS telah berhasil melewati Selat Hormuz," klaim CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, dalam pernyataan via media sosial X pada Senin (4/5) waktu setempat.

CENTCOM menambahkan bahwa sejumlah kapal perusak Angkatan Laut AS beroperasi di perairan Teluk dalam misi yang disebut "Project Freedom".

Project Freedom merupakan misi terbaru militer AS, yang diumumkan Presiden Donald Trump, untuk memandu kapal-kapal melintasi Selat Hormuz secara aman, dimulai pada Senin (4/5) waktu setempat. Misi ini berpotensi menantang langkah Iran membatasi pelayaran di jalur perairan strategis tersebut.

Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah klaim Washington soal dua kapal dagang berbendera AS telah melewati Selat Hormuz. IRGC menegaskan bahwa tidak ada satu pun kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz sepanjang Senin (4/5) waktu setempat.

"Klaim para pejabat Amerika tidak berdasar dan sepenuhnya keliru," tegas IRGC.

Simak juga Video 'Trump Prediksi Harga BBM Akan Turun Drastis Saat Konflik Iran Berakhir':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait