AS Akan Bantu Bebaskan Kapal-kapal Terjebak di Selat Hormuz

AS Akan Bantu Bebaskan Kapal-kapal Terjebak di Selat Hormuz

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 04 Mei 2026 13:48 WIB
Presiden Amerika Serikat (Foto: Getty Images via AFP/ANNA MONEYMAKER)
Presiden Amerika Serikat (Foto: Getty Images via AFP/ANNA MONEYMAKER)
Jakarta -

Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan mulai membantu membebaskan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz akibat perang AS-Israel melawan Iran. Hal ini disampaikannya setelah sebuah kapal tanker dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di jalur air vital tersebut.

Belum jelas negara mana yang akan dibantu oleh operasi AS itu atau bagaimana operasi tersebut akan berjalan.

Trump hanya memberikan sedikit detail tentang rencana untuk membantu kapal-kapal dan awaknya yang telah "terjebak" di Selat Hormuz, dan kekurangan makanan serta persediaan lainnya.

"Kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur air yang dibatasi ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka," kata Trump dalam sebuah unggahan di situs Truth Social miliknya pada hari Minggu (3/5) waktu setempat, dilansir kantor berita AFP, Senin (4/5/2026).

Menurut Organisasi Maritim Internasional, ratusan kapal dan sebanyak 20.000 pelaut tidak dapat melewati Selat Hormuz selama perang AS-Israel melawan Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan akan mendukung upaya tersebut dengan 15.000 personel militer, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, serta kapal perang dan drone.

"Dukungan kami untuk misi pertahanan ini sangat penting bagi keamanan regional dan ekonomi global karena kami juga mempertahankan blokade angkatan laut," kata Laksamana Brad Cooper, komandan CENTCOM, dalam sebuah pernyataan.

Iran telah memblokade hampir semua pengiriman dari Teluk selain pengirimannya sendiri selama lebih dari dua bulan, menyebabkan harga minyak melonjak.

Beberapa kapal yang mencoba melintasi selat tersebut telah melaporkan ditembak, dan Iran menyita beberapa kapal lainnya. Bulan lalu, AS memberlakukan blokadenya sendiri terhadap kapal-kapal dari pelabuhan Iran.

Pemerintahan Trump telah meminta bantuan dari negara-negara lain untuk membentuk koalisi internasional guna mengamankan pelayaran di selat tersebut. CENTCOM mengatakan upaya terbaru akan menggabungkan "aksi diplomatik dengan koordinasi militer."

Simak juga Video: Menlu AS: Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir Ekonomi' Iran

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait