Iran Wanti-wanti ke AS Konflik Baru Akan Terjadi

Iran Wanti-wanti ke AS Konflik Baru Akan Terjadi

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Sabtu, 02 Mei 2026 14:14 WIB
Ilustrasi Bendera Iran dan Amerika
Foto: Ilustrasi Bendera Iran dan Amerika (Dok. Chat Gpt)
Jakarta - Iran mewanti-wanti ke Amerika Serikat (AS) perihal kemungkinan besar konflik baru akan terjadi. Iran menyebut hal itu karena perundingan perdamaian berakhir buntu.

Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/5/2026), Wakil Inspektur Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Jafar Asadi, mengatakan Presiden AS Donald Trump tidak komitmen pada janjinya. Dia menyebut Trump bahkan mengkritik proposal terbaru Iran dalam negosiasi tersebut.

"Konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar akan terjadi, dan bukti menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak berkomitmen pada janji atau perjanjian apa pun," kata Mohammad Jafar Asadi seperti dikutip oleh kantor berita Fars Iran.

Trump sebelumnya menyatakan tidak puas atas proposal damai terbaru yang dikirimkan Iran. Trump mengatakan saat ini AS memiliki dua pilihan dalam mengakhiri perang dengan Iran.

"Ada beberapa pilihan," kata Trump dilansir CNN International.

Pilihan pertama, kata Trump, AS akan menyerang habis-habisan untuk menghancurkan Iran selamanya. Sementara pilihan kedua ialah upaya mengakhiri perang melalui jalur negosiasi.

"Apakah kita ingin langsung membombardir mereka habis-habisan dan menghancurkan mereka selamanya? Atau apakah kita ingin mencoba mencapai kesepakatan? Itulah pilihannya," ujar Trump.

Dia mengatakan, AS akan tetap mengedepankan pilihan nomor dua untuk mengakhiri perang lewat jalur perundingan.

"Secara kemanusiaan, saya lebih memilih untuk tidak melakukannya," katanya.

"Tetapi itulah pilihannya. Apakah kita ingin menyerang mereka secara besar-besaran dan menghancurkan mereka atau apakah kita ingin melakukan sesuatu?," sambung Trump.

Seperti diketahui, negosiasi perdamaian Iran dan AS sempat terhenti. Iran kemudian telah mengirimkan proposal terbaru untuk memulai negosiasi lanjutan dengan AS.

Simak juga Video 'Saat Trump Bilang Bakal Segera Kuasai Kuba':

(whn/dhn)



Berita Terkait