Trump Vs Jimmy Kimmel gegara Lelucon soal Sang Istri

Trump Vs Jimmy Kimmel gegara Lelucon soal Sang Istri

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 02 Mei 2026 08:31 WIB
(COMBO) This combination of pictures created on September 18, 2025 shows US President Donald Trump (L) in Morristown, New Jersey on September 14, 2025 and television host Jimmy Kimmel in Hollywood, California, June 6, 2024. Donald Trump called for US
Trump dan Jimmy Kimmel (Foto: AFP/ROBYN BECK)
Jakarta -

Perseteruan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan komedian dan pembawa acara Jimmy Kimmel terjadi gegara lelucon soal Melania Trump. Trump sampai-sampai meminta stasiun TV ABC untuk memecat Kimmel.

Seperti dilansir CNN, Jumat (1/5/2026), dalam beberapa tahun terakhir, Trump telah mengecam Kimmel karena lelucon dan monolognya. Kontrovernsi terbru Trump dan Kimmel dimulai minggu lalu ketika Kimmel membuat lelucon atau joke soal Melania Trump yang terlihat seperti "janda hamil."

Pada Senin pagi Melania Trump meminta ABC untuk "mengambil sikap,". Sore harinya, Trump menindaklanjutinya harinya dengan mengatakan ABC "seharusnya" memecat Kimmel segera.

Selanjutnya, pada hari Selasa, Komisi Komunikasi Federal (FCC) yang berpihak pada Trump memerintahkan Disney sebagai induk perusahaan ABC, untuk melakukan proses perpanjangan dini untuk delapan lisensi stasiun ABC-nya. Ini dinilai sebuah langkah yang secara luas dilihat sebagai bentuk hukuman pemerintah.

Meskipun FCC menyatakan bahwa tantangan lisensi tersebut terkait dengan penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap inisiatif DEI Disney, sebagian besar pengamat melihatnya sebagai pembalasan atas penolakan ABC untuk memecat Kimmel.

Disney mengatakan pada hari Selasa bahwa stasiun ABC-nya mematuhi aturan FCC dan bahwa mereka akan membela stasiun-stasiun tersebut melalui "jalur hukum yang berlaku."

Trump Desak Jimmy Kimmel Dipecat

Pada hari Kamis, unggahan lanjutan Trump menunjukkan bahwa ia ingin terus menekan Kimmel dan ABC. Unggahan itu disampaikan Trump dalam media sosial milikinya, Truth Social.

"Kapan ABC Fake News Network akan memecat Jimmy Kimmel yang sama sekali tidak lucu, yang secara tidak kompeten memimpin salah satu acara dengan rating terendah di televisi? Orang-orang marah. Sebaiknya segera!!!" kata Trump.

Trump salah tentang rating Kimmel. Akan tetapi dia benar bahwa para influencer media MAGA marah terhadap komedian tersebut dan ABC mendukungnya.

Sikap Disney

Perusahaan induk ABC, Disney, tidak menunjukkan tanda-tanda goyah meskipun ada tekanan dari Trump, serta tantangan yang hampir belum pernah terjadi sebelumnya dari FCC terhadap lisensi stasiun ABC.

Disney menolak berkomentar tentang seruan untuk memecat Kimmel, yang masih terikat kontrak hingga tahun depan. Perusahaan tersebut tetap menayangkan acara late-show Kimmel dan tidak melakukan apa pun untuk menjauhkan diri darinya.

Atas respons Disney itu, Trump menindaklanjuti unggahannya di Truth Social dengan mengatakan kepada Greta Van Susteren dari Newsmax bahwa "Kimmel seharusnya tidak tampil di televisi" dan bahwa "ABC menempatkan diri mereka dalam bahaya besar" dengan tetap menayangkannya.

Trump kemudian mengungkit gugatan pencemaran nama baiknya tahun 2024 terhadap George Stephanopoulos dan ABC News. Kasus ini diselesaikan oleh jaringan tersebut dengan membayar $16 juta untuk menghindari persidangan yang tidak dapat diprediksi. "Ini sangat serius," kata Trump.

Para ahli hukum mengatakan Disney hampir pasti akan menang dalam pertempuran hukum apa pun terkait lisensi stasiunnya.

Kimmel Terus Berkomentar Anti-Trump

Kimmel belum menyinggung pertempuran FCC dalam monolog di acara talkshownya minggu ini, tetapi ia terus memberikan komentar anti-Trump yang diharapkan oleh audiensnya.

Pada episode Rabu malam, ia menyindir bahwa "Donald dan Melania akhir-akhir ini tampak lebih dekat dari sebelumnya, dan saya ingin berpikir bahwa saya berperan dalam hal itu."

Pernyataan FCC

Dalam konferensi pers hari Kamis, setelah pertemuan bulanan FCC, ketua FCC Brendan Carr menegaskan kembali pernyataannya bahwa perintah lembaga tersebut merupakan bagian dari penyelidikan DEI Disney yang sedang berlangsung. Dia mengatakan itu bukan tanggapan terhadap seruan Trump agar Kimmel dipecat.

"Judul berita bisa jadi seperti apa adanya, tetapi itulah dasar keputusan kami," kata Carr, menambahkan bahwa "tidak ada tekanan dari luar."

Retorika pemerintahan Trump dan tindakan FCC terhadap ABC telah dikecam secara luas oleh kelompok-kelompok kebebasan berekspresi dan pendukung Amandemen Pertama.

"Melania Trump berhak sepenuhnya untuk mengatakan joke Jimmy Kimmel itu menjijikkan," kata Presiden Foundation for Individual Rights and Expression, Greg Lukianoff, pada hari Kamis.

"Masalah Amandemen Pertama dimulai ketika Gedung Putih menekan ABC untuk menghukum seorang komedian karena ucapan yang dilindungi. Itu namanya mempengaruhi opini publik. Dan sayangnya, kita telah melihat hal ini berkali-kali sebelumnya," imbuhnya.

Lihat juga Video 'Charles Roasting Trump: Jika Bukan karena Kami, Bahasamu Prancis':

Halaman 2 dari 2
(lir/ygs)


Berita Terkait