Tentara Bunuh Diri di Perang Ukraina Disanjung Kim Jong Un

Tentara Bunuh Diri di Perang Ukraina Disanjung Kim Jong Un

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 29 Apr 2026 20:45 WIB
Delegates applaud as North Korean leader Kim Jong Un is re-elected as general secretary of the ruling Workers Party (STR/KCNA VIA KNS/AFP)
Foto: Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (STR/KCNA VIA KNS/AFP)
Jakarta -

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memuji tentaranya yang bunuh diri di perang Ukraina. Tentara-tentara Korut itu ditugaskan untuk membantu pasukan Rusia di wilayah Kursk.

Dilansir Al Arabiya English, Rabu (29/4/2026), Korea Utara telah mengirimkan sekitar 14.000 tentara untuk bertempur bersama pasukan Rusia melawan pasukan Ukraina di wilayah Kursk. Pejabat Korea Selatan, Ukraina dan Barat menyebut Korea Utara telah menderita banyak korban jiwa dengan lebih dari 6.000 tentara tewas dalam pertempuran tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukti laporan itu juga semakin banyak, termasuk dari laporan intelijen dan kesaksian para pembelot. Tentara-tentara Korea Utara juga disebut melakukan peledakan diri sendiri atau bentuk bunuh diri lainnya daripada ditangkap pasukan Ukraina.

Kim memuji tentaranya yang tewas di perang tersebut dalam pidato yang ditujukan kepada para pejabat Rusia dan keluarga yang berduka pada upacara penyelesaian monumen untuk menghormati tentara Korea Utara. Media pemerintah Korut, KCNA, melaporkan Kim memuji mereka sebagai pahlawan.

"Bukan hanya para pahlawan yang tanpa ragu memilih jalan penghancuran diri dan bunuh diri untuk membela kehormatan besar, tetapi juga mereka yang gugur saat menyerbu di garis depan pertempuran," kata Kim.

Kim mengatakan mereka yang selamat juga adalah para patriot. Dia mengatakan tentara Korut itu telah berjuang sebagai patriot setia partai.

"Mereka yang merintih frustrasi karena gagal memenuhi tugas mereka sebagai tentara daripada menderita kesengsaraan tubuh mereka yang hancur oleh peluru dan bom -- mereka pun dapat disebut sebagai pejuang dan patriot setia partai," katanya.

Intelijen Korea Selatan mengatakan Rusia memberi bantuan ekonomi dan teknologi militer sebagai imbalan atas pengiriman pasukan dan amunisi Korut. Kim juga telah menyatakan dukungan terhadap Rusia tak akan berubah.

Pada Februari lalu, Kim juga meresmikan rumah bagi tentara Korut yang gugur di Rusia. Dilansir NBC News, media pemerintah Korut menampilkan Kim Jong Un berjalan melalui jalan baru-yang disebut Jalan Saeppyol dan mengunjungi rumah-rumah beberapa keluarga tentara bersama putrinya, Kim Ju Ae.

Kim Jong Un berjanji untuk membalas budi para tentaranya yang mengorbankan hidupnya untuk Tanah Air. Dalam pidatonya saat itu, Kim mengatakan distrik baru itu melambangkan 'semangat dan pengorbanan' para prajurit yang gugur.

Dia mengatakan rumah-rumah itu dimaksudkan untuk memungkinkan keluarga yang berduka untuk 'berbangga dengan putra dan suami mereka dan hidup bahagia'. Kim mengatakan dia telah mendorong untuk menyelesaikan proyek tersebut 'bahkan satu hari lebih awal' dengan harapan hal itu dapat membawa sedikit penghiburan bagi keluarga para prajurit.

Tonton juga video "Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Roket Terbaru Korut"

Halaman 2 dari 2
(amw/amw)


Berita Terkait