Marinir AS Naiki Kapal Dicurigai Berlayar ke Pelabuhan Iran

Marinir AS Naiki Kapal Dicurigai Berlayar ke Pelabuhan Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 29 Apr 2026 12:15 WIB
Sejumlah helikopter Apache milik AS mengudara di atas Selat Hormuz dalam sebuah patroli pada 17 April (dok. AFP)
Sejumlah helikopter Apache milik AS mengudara di atas Selat Hormuz dalam sebuah patroli pada 17 April (dok. AFP)
Washington DC -

Marinir Amerika Serikat (AS) menaiki sebuah kapal komersial di Laut Arab yang dicurigai akan berlayar ke pelabuhan Iran. Kapal komersial tersebut diduga mencoba melanggar blokade laut yang diberlakukan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, untuk merespons penutupan Selat Hormuz.

Kapal komersial yang dinaiki pasukan Marinir AS itu, seperti dilansir AFP, Rabu (29/4/2026), diidentifikasi bernama M/V Blue Star III. Kapal itu telah dibebaskan kembali oleh pasukan AS setelah sempat digeledah.

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas pasukan AS di kawasan Timur Tengah, melaporkan bahwa pasukan AS membebaskan kapal komersial itu "setelah melakukan penggeledahan dan memastikan bahwa pelayaran kapal tersebut tidak mencakup persinggahan di pelabuhan Iran".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasukan Amerika terus beroperasi dan menegakkan blokade di seluruh Timur Tengah. Sejauh ini, 39 kapal telah dialihkan untuk memastikan kepatuhan," kata CENTCOM dalam pernyataan via media sosial X.

Dalam pernyataannya, CENTCOM menyertakan rekaman video yang menunjukkan sebuah helikopter mengudara di atas kapal, sementara para personel Marinir AS turun menggunakan tali ke atas kontainer pengiriman yang ditumpuk di bagian dek kapal.

Pasukan militer Iran secara efektif menutup jalur perairan penting Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pasokan minyak dan gas global, setelah dimulainya gelombang serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

AS mengumumkan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah perundingan damai di Pakistan gagal mencapai terobosan dan mulai memberlakukannya pada 13 April lalu.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan kepada wartawan pada awal bulan ini bahwa blokade laut akan berlangsung "selama mungkin diperlukan".

Sementara Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine menegaskan bahwa blokade tersebut "berlaku untuk semua kapal, tanpa memandang asal negara, baik berangkat atau menuju pelabuhan Iran".

Simak juga Video 'Menlu AS: Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir Ekonomi' Iran':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait