×
Ad

Presiden Lebanon Ingatkan Hizbullah Soal Pengkhianatan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 28 Apr 2026 18:18 WIB
Presiden Lebanon Joseph Aoun (dok. AFP/ANWAR AMRO)
Beirut -

Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan bahwa negosiasi langsung dengan Israel bertujuan untuk mengakhiri perang antara Tel Aviv dan kelompok Hizbullah. Aoun mengingatkan bahwa pihak yang menyeret Lebanon ke dalam perang adalah pihak yang melakukan "pengkhianatan".

Pernyataan Aoun itu merupakan sindiran untuk Hizbullah yang pemimpinnya, Naim Qassem, menyebut negosiasi langsung dengan Israel merupakan "dosa besar".

Duta Besar Lebanon dan Israel melakukan dua kali pertemuan di Washington DC, Amerika Serikat (AS), dalam beberapa pekan terakhir. Pertemuan itu menjadi yang pertama antara kedua negara dalam beberapa dekade terakhir. Hizbullah secara tegas menolak negosiasi langsung tersebut.

Setelah putaran pertama pembicaraan itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata 10 hari yang diberlakukan mulai 17 April, kemudian mengumumkan perpanjangan selama tiga minggu setelah putaran kedua digelar pekan lalu.

"Tujuan saya adalah untuk mengakhiri situasi perang dengan Israel, serupa dengan perjanjian gencatan senjata (tahun 1949)," kata Aoun dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Selasa (28/4/2026).

Dia merujuk pada perjanjian gencatan senjata yang mengakhiri pertempuran kedua negara pada tahun 1949 silam, setelah perang Arab-Israel tahun 1948.

"Apakah perjanjian gencatan senjata itu suatu penghinaan? Saya jamin bahwa saya tidak akan menerima kesepakatan yang memalukan," tegas Aoun.




(nvc/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork