Bertambah, Pasukan Perdamaian dari Prancis Tewas di Lebanon

Bertambah, Pasukan Perdamaian dari Prancis Tewas di Lebanon

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Rabu, 22 Apr 2026 21:18 WIB
Frances President Emmanuel Macron looks on during the World Economic Forum (WEF) annual meeting in Davos on January 20, 2026. The World Economic Forum takes place in Davos from January 19 to January 23, 2026. (Photo by Fabrice COFFRINI / AFP)
Foto: Macron (AFP/FABRICE COFFRINI)
Jakarta -

Pasukan perdamaian Prancis kembali tewas di Lebanon bagian selatan. Korban sempat terluka bersama dengan pasukan perdamaian Prancis lain, Florian Montorio, yang tewas di tempat imbas serangan di wilayah tersebut.

Dilansir Aljazeera dan AFP, Rabu (22/4/2026), kabar tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. Ia menyebut korban sempat terluka saat serangan terjadi pada Sabtu (18/4) yang lalu.

"Seorang penjaga perdamaian Prancis, yang terluka di Lebanon selatan pada hari Sabtu, telah meninggal dunia," kata Macron.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penjaga perdamaian Prancis lainnya, yang diidentifikasi sebagai Florian Montorio, meninggal di tempat kejadian setelah serangan di desa Ghandouriyeh. Penilaian awal oleh UNIFIL menemukan insiden itu adalah "serangan yang disengaja" yang kemungkinan berasal dari aktor non-negara, diduga Hizbullah.

"Seorang tentara Prancis kedua meninggal pada hari Rabu akibat luka-lukanya yang diderita dalam penyergapan akhir pekan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon yang dituduhkan kepada Hizbullah," lanjut Macron.

Sebelumnya, pasukan perdamaian PBB UNIFIL kembali tewas di Lebanon. Kali ini, seorang tentara Prancis yang tergabung sebagai pasukan sementara perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (UNIFIL) di Lebanon tewas.

Dirangkum detikcom, dilansir AFP, CNN, dan Reuters, Minggu (19/4), selain satu orang tewas, tiga orang tentara lainnya juga dilaporkan terluka.

Tentara tersebut teridentifikasi sebagai Florian Montorio dari Resimen Insinyur Parasut ke-17. Pasukan tersebut mengatakan dua dari tiga tentara yang terluka mengalami luka serius.

Simak juga Video 'Macron Kutuk Serangan yang Tewaskan Tentara Prancis di Lebanon, RI Ikut Berduka':

(maa/idn)


Berita Terkait