Otoritas Rusia menahan sedikitnya 40 warga negara Israel di Bandara Domodedovo, Moskow. Warga Israel yang sedang melancong ke Rusia itu disebut menjalani interogasi panjang selama berjam-jam dan mengalami penggeledahan ponsel oleh otoritas Moskow.
Insiden ini terjadi saat Israel sedang terlibat konflik dengan Iran, yang merupakan sekutu Rusia.
Laporan media oposisi Rusia, Mediazona, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Rabu (22/4/2026), menyebut bahwa sekitar 40 warga negara Israel, termasuk beberapa yang memiliki kewarganegaraan ganda, ditahan selama lima jam berturut-turut dalam "kondisi keras".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan bahwa terdapat anak-anak di antara kelompok warga negara Israel tersebut.
Mediazona dalam laporannya menyebut bahwa puluhan warga Israel itu tidak diberi makanan dan air, serta ponsel mereka disita dan diperiksa oleh Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB). Para petugas Rusia juga disebut melontarkan pertanyaan soal konflik Israel dan Iran.
Salah satu warga Israel yang sempat ditahan itu, menurut Mediazona, mengatakan bahwa petugas Rusia berperilaku kasar dan menyampaikan pesan-pesan politik. Salah satu pesan politik itu berbunyi: "Iran merupakan sekutu strategis Rusia, dan musuh Teheran sudah pasti musuh Moskow."
Disebutkan juga bahwa para petugas Rusia mengatakan kepada warga negara Israel itu jika kunjungan mereka ke Moskow "tidak diinginkan".
Laporan Mediazona menambahkan bahwa para warga Israel itu kemudian dibebaskan setelah diminta menandatangani dokumen "peringatan", yang isinya tidak diungkapkan lebih lanjut.
Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi insiden tersebut pada Senin (20/4) malam, dengan mengatakan bahwa sekitar 40 warga negaranya ditahan selama pemeriksaan paspor di Bandara Domodedovo, Moskow.
Ditegaskan oleh Kementerian Luar Negeri Israel bahwa otoritas Tel Aviv telah merilis travel warning yang menyarankan warga negara Israel untuk tidak mengunjungi Rusia.
Merespons laporan media yang disertai tuduhan-tuduhan, Duta Besar Rusia untuk Israel, Anatoly Viktorov, menyampaikan bantahan.
"Saya secara tegas menolak pernyataan kertas karbon yang beredar di media tentang 'penahanan' dan 'interogasi' warga-warga Israel, tentang penolakan akses mereka ke toilet, dan tentang pertanyaan-pertanyaan yang diduga bermotif politik dari petugas perbatasan Rusia," tegasnya.
Viktorov mempertegas bahwa metode Rusia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang dilakukan para petugas perbatasan Israel di Bandara Ben Gurion, baik saat kedatangan maupun keberangkatan.
Lebih lanjut, dia menyatakan kesediaan Rusia "untuk melanjutkan dialog profesional dengan pihak Israel mengenai masalah perjalanan timbal-balik".
Lihat juga Video: Warga Israel Jadi Takut ke Luar Negeri Setelah Insiden Penembakan di AS











































