Iran Nilai Negosiasi Trump 'Bayang-bayang Ancaman', Siap Perang Lagi

Iran Nilai Negosiasi Trump 'Bayang-bayang Ancaman', Siap Perang Lagi

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 21 Apr 2026 07:27 WIB
Irans Parliament Speaker Mohammad Bagher Ghalibaf. (Via Reuters)
Foto: Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (dok. Reuters)
Jakarta -

Negosiasi putaran kedua Amerika Serikat (AS) dan Iran belum menemukan titik terang. Iran menyindir pendekatan negosiasi yang dilakukan AS di bawah arahan Presiden Donald Trump.

"Trump, dengan memberlakukan pengepungan dan melanggar gencatan senjata, berupaya mengubah meja perundingan ini-dalam imajinasinya sendiri-menjadi meja penyerahan diri atau untuk membenarkan kembali provokasi perang," kata Ketua Parlemen Iran Mohammad Ghalibaf dilansir Al Jazeera, Selasa (21/4/2026).

Pakistan menjadi tuan rumah negosiasi kedua Iran dan AS. Sejumlah delegasi AS, termasuk Wakil Presiden JD Vance, telah tiba di Islamabad, Pakistan, untuk memulai negosiasi dengan Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, pemerintah Iran belum memutuskan apakah akan hadir dalam negosiasi tersebut. Ghalibaf yang ditunjuk sebagai negosiator utama Iran menegaskan negaranya tidak akan menjalin perundingan di bawah bayang-bayang ancaman.

ADVERTISEMENT

"Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua minggu terakhir, kami telah bersiap untuk mengungkapkan kartu baru di medan perang," katanya.

Gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dan Iran akan berakhir pada besok malam waktu Washington. Presiden Donald Trump mengatakan nasib gencatan senjata itu akan tergantung hasil negosiasi terbaru AS dan Iran.

Dalam wawancara kepada Bloomberg seperti dilansir CNN, Selasa (21/4/2026), Trump mengatakan delegasi AS saat ini telah terbang ke Pakistan dalam memulai negosiasi putaran kedua dengan Iran. Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran bisa saja tidak diperpanjang jika tidak ada kesepakatan yang dicapai dalam negosiasi di Pakistan.

"Sangat tidak mungkin saya akan memperpanjangnya," kata Trump.

Gencatan senjata AS dan Iran berlangsung mulai 7 April selama dua pekan. Trump mengatakan masih menunggu hasil negosiasi terbaru dengan Iran untuk menentukan langkah terbaru mengenai gencatan senjata.

"Saya tidak akan terburu-buru membuat kesepakatan yang buruk. Kita punya banyak waktu," ujar Trump.

Ketika ditanya apakah ia memperkirakan pertempuran akan segera berlanjut jika mereka gagal mencapai kesepakatan, Trump berkata, "Jika tidak ada kesepakatan, saya tentu akan memperkirakannya."

Tonton juga video "Jubir Kemlu Iran: AS Mengubah Negosiasi Jadi Pengkhianatan"

(ygs/azh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini