Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran sudah "sangat dekat" dengan kesepakatan perdamaian. Trump pun mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan untuk pergi ke Pakistan guna menandatangani kesepakatan tersebut.
Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menambahkan bahwa Teheran telah setuju untuk menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya, sementara kedua negara mempertimbangkan pembicaraan lebih lanjut di Islamabad, Pakistan.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (17/4/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- AS Siap Serang Pembangkit Listrik Iran Jika Diperintahkan
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth menyebut blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran hanyalah contoh perilaku "sopan" selama gencatan senjata berlangsung. Hegseth memperingatkan bahwa pasukan AS siap menyerang pembangkit listrik dan industri energi Iran jika diperintahkan.
Berbicara dalam konferensi pers di Pentagon atau Departemen Pertahanan AS, seperti dilansir Reuters dan TRT World, Jumat (17/4/2026), Hegseth mengatakan bahwa Iran perlu mengambil pilihan secara bijak, saat putaran lanjutan perundingan damai dengan AS akan digelar dalam waktu dekat.
"Jika Iran membuat pilihan yang buruk, maka mereka akan menghadapi blokade dan bom-bom yang dijatuhkan terhadap infrastruktur, instalasi listrik dan energi," kata Hegseth memperingatkan Iran, dalam konferensi pers pada Kamis (16/4) waktu setempat.
- Amunisi Menipis karena Perang, AS Minta Produsen Mobil Bikin Senjata
Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) dilaporkan mendekati para produsen mobil dan manufaktur lainnya di AS untuk membantu meningkatkan produksi senjata. Hal ini saat AS, bersama sekutunya Israel, terlibat perang melawan Iran sejak akhir Februari lalu.
Informasi tersebut, seperti dilansir Reuters dan Anadolu Agency, Jumat (17/4/2026), diungkapkan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), dalam laporan terbarunya pada Rabu (15/4), yang mengutip sejumlah sumber yang memahami situasi terkini.
Para pejabat Pentagon, sebut laporan WSJ, telah melakukan pembicaraan dengan sejumlah produsen mobil besar di AS, termasuk General Motors dan Ford Motor, dan sejumlah manufaktur lainnya dalam upaya mengisi kembali persediaan amunisi yang berkurang.
- Trump Umumkan Gencatan Senjata Lebanon, Menteri-menteri Israel Marah!
Jajaran menteri dalam kabinet pemerintahan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan marah soal pengumuman gencatan senjata di Lebanon yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sebabnya, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Jumat (17/4/2026), Netanyahu hanya memberitahukan soal gencatan senjata itu kepada jajaran kabinet keamanannya via telepon pada Kamis (16/4), tanpa menggelar voting seperti biasanya.
Laporan media lokal Israel, Yedioth Ahronoth, seperti dikutip Anadolu Agency, menyebutkan bahwa panggilan telepon Netanyahu kepada jajaran kabinet keamanan Israel itu berlangsung hanya beberapa menit saja, dan terbatas pada pemberian informasi kepada para menteri tentang keputusan tersebut.
- Heboh Ancaman Bom di Rumah Kakak Paus Leo, Tapi Ternyata Palsu
Ancaman bom ditujukan ke rumah John Prevost, kakak Paus Leo XIV, yang tinggal di area Chicago, Amerika Serikat (AS). Insiden ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyerang secara verbal Paus Leo, pemimpin umat Katolik sedunia, atas kritikannya terhadap perang yang dikobarkan AS terhadap Iran.
Ancaman bom ini, seperti dilansir The Hill dan Reuters, Jumat (17/4/2026), terjadi di rumah John Prevost yang ada di area New Lenox, Chicago, negara bagian Illinois, pada Rabu (15/4) malam. Prevost tinggal di ruas jalanan yang sama yang disebut sebagai lokasi serangan oleh kepolisian setempat.
Departemen Kepolisian New Lenox dalam pernyataannya mengakui adanya ancaman bom di rumah tersebut. Namun, Departemen Kepolisian New Lenox juga menyatakan bahwa setelah pemeriksaan menyeluruh, ancaman bom itu dinyatakan tidak berdasar. Anjing pelacak bom dikerahkan dalam upaya tersebut.
- Trump Bilang Kesepakatan Damai dengan Iran Sudah Sangat Dekat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran sudah "sangat dekat" dengan kesepakatan perdamaian. Trump pun mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan untuk pergi ke Pakistan guna menandatangani kesepakatan tersebut.
Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Trump menambahkan bahwa Teheran telah setuju untuk menyerahkan cadangan uranium yang diperkaya, sementara kedua negara mempertimbangkan pembicaraan lebih lanjut di Islamabad, Pakistan.
"Kita sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran," kata Trump, dilansir AFP dan Al Arabiya, Jumat (17/4/2026).
Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: 'War Tiket' Haji hingga Hormuz Memanas Lagi











































