Tak Sudah-sudah Trump Senggol Paus Leo

Tak Sudah-sudah Trump Senggol Paus Leo

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 16 Apr 2026 06:16 WIB
Tak Sudah-sudah Trump Senggol Paus Leo
Trump dan Paus Leo (Foto: 20Detik)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyenggol Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Leo XIV. Sindiran ini dilontarkan Trump gara-gara Paus Leo menentang perang AS dengan Iran.

Dirangkum detikcom, Rabu (15/4/2026), Trump menyebut kebijakan Paus Leo XIV yang juga pemimpin negara Vatikan buruk. Dia mengaku bukan penggemar Paus Leo, yang berasal dari AS.

"Kita tidak menyukai Paus yang mengatakan bahwa tidak apa-apa memiliki senjata nuklir. Dia adalah orang yang tidak berpikir bahwa kita harus bermain-main dengan negara yang menginginkan senjata nuklir, sehingga mereka dapat meledakkan dunia," kata Trump kepada wartawan dilansir CNN, Senin (13/4).

"Saya bukan penggemar Paus Leo," imbuhnya.

Paus Leo vokal menentang perang AS dan Israel dengan Iran. Paus Leo juga mengutuk retorika dan ancaman Trump terhadap rakyat Iran seraya mengatakan 'benar-benar tidak dapat diterima'.

Trump juga menulis kritik panjang terhadap Paus Leo di Truth Social. Dia menyebut Paus Leo lemah.

"Paus Leo lemah dalam hal kejahatan, dan buruk untuk kebijakan luar negeri," tulis Trump sambil mengatakan dia tidak menginginkan seorang paus yang berpikir bahwa Iran boleh memiliki senjata nuklir atau yang berpikir bahwa 'Amerika menyerang Venezuela adalah hal yang mengerikan'.

"Dan saya tidak menginginkan seorang Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat," tambahnya.

Trump kemudian mengklaim Paus Leo 'tidak ada dalam daftar untuk menjadi Paus'. Dia mengaitkan pemilihan Paus Leo dengan dirinya.

"Dan hanya ditempatkan di sana oleh Gereja karena dia orang Amerika, dan mereka berpikir itu akan menjadi cara terbaik untuk berurusan dengan Presiden Donald J. Trump," tulisnya.

Paus Leo Tegaskan Tak Takut Trump

Dilansir AFP, Senin (13/4/2026), Paus Leo menyampaikan respons atas kritik Trump saat sedang dalam perjalanan ke Aljazair untuk kunjungan pertama Paus Leo ke Afrika. Dia menyebut dirinya bukan politikus dan ogah berdebat dengan Trump.

"Saya bukan seorang politikus. Saya tidak berniat untuk berdebat dengannya (Trump). Pesannya masih sama: untuk mempromosikan perdamaian," kata Paus Leo.

Dia juga menegaskan dirinya tidak takut dengan pemerintahan Trump. Dia mengatakan misi gereja telah jelas, salah satunya membawa perdamaian.

"Yang saya katakan adalah bahwa misi Gereja sangat jelas. Injil mengatakan berbahagialah orang-orang yang menciptakan perdamaian. Saya percaya bahwa Gereja memiliki kewajiban moral untuk berbicara dengan sangat jelas menentang perang dan mendukung perdamaian dan rekonsiliasi," ujar Paus Leo.

"Saya tidak takut, baik terhadap pemerintahan Trump, maupun untuk berbicara lantang tentang pesan Injil," sambungnya.

Trump Kembali Senggol Paus Leo

Pada Rabu (15/4/2026), Trump kembali menyinggung Paus Leo. Dia mengatakan Paus Leo harus mengetahui kalau Iran membunuh demonstran.

"Bisakah seseorang memberi tahu Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42.000 demonstran tak bersenjata yang tidak bersalah dalam dua bulan terakhir, dan bahwa memiliki bom nuklir bagi Iran sama sekali tidak dapat diterima," tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social, dilansir Al Arabiya dan Reuters, Rabu (15/4/2026).

Dia mengatakan Paus Leo mengatakan hal-hal yang salah. Dia menyebut Iran tak boleh dibiarkan memiliki senjata nuklir.

"Paus Leo mengatakan hal-hal yang salah. Dia sangat menentang apa yang saya lakukan terkait Iran, dan Anda tidak bisa memiliki Iran yang punya senjata nuklir," tegas Trump dalam pernyataan terbarunya.

Iran Bela Paus Leo

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan tokoh-tokoh politik senior negara tersebut menyatakan dukungan kuat untuk Paus Leo XIV yang mendapat kritik tajam dari Trump. Pezeshkian, dalam sebuah pesan yang ditujukan kepada kepala Gereja Katolik, mengutuk apa yang dia sebut sebagai 'ketidakhormatan' terhadap Paus dan Yesus, yang dia sebut sebagai nabi perdamaian dan persaudaraan.

"Penodaan terhadap tokoh-tokoh suci tersebut tidak dapat diterima oleh siapa pun yang mencari kebebasan," tulisnya, dilansir Tehran Times, Rabu (15/4/2026).

Dia mengatakan dirinya berbicara atas nama bangsa Iran dalam mengecam pernyataan tersebut dan menyampaikan harapan baiknya kepada Paus. Hal ini disampaikannya setelah Trump menuai hujatan publik karena mengunggah gambar AI dirinya mirip Yesus Kristus di media sosial Truth Social, sebelum kemudian menghapusnya.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga memuji sikap Paus. Dia menyebut pesan Paus sebagai inspirasi bagi mereka yang 'menolak untuk tetap diam atas pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah'.

"Saya menghormati sikap Paus Leo yang tak kenal takut! Ucapan 'saya tidak takut'-nya bergema saat beliau mengutuk kejahatan perang Israel dan AS. Slogan ini menerangi jalan bagi semua yang menolak untuk berdiam diri atas pembunuhan orang-orang yang tak bersalah," kata tulis Ghalibaf di media sosial X.

Dia mengatakan kepemimpinan Paus Leo telah 'menginspirasi jutaan orang' di seluruh dunia. Ghalibaf pun berterima kasih atas hal tersebut.

Tonton juga video "Paus Leo Balas Kritikan Trump: Saya Akan Terus Menentang Perang"

Halaman 2 dari 4
(haf/haf)


Berita Terkait