Rusia Tarik Nyaris Semua Staf dari PLTN Bushehr Iran

Rusia Tarik Nyaris Semua Staf dari PLTN Bushehr Iran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 14 Apr 2026 09:52 WIB
Ilustrasi fasilitas nuklir Iran (Foto: Middle East Monitor)
Ilustrasi fasilitas nuklir Iran (Foto: Middle East Monitor)
Jakarta -

Rusia telah menarik hampir seluruh stafnya dari satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Iran, yang dibangun dan dioperasikan dengan bantuan dari Moskow. Demikian disampaikan kepala badan energi atom Rusia pada hari Senin (13/4) waktu setempat.

"Kami memulai rotasi terakhir di stasiun Bushehr," kata Alexei Likhachev, dilansir Al Arabiya dan AFP, Selasa (14/4/2026). Dia menambahkan bahwa 108 orang dievakuasi. Saat ini hanya 20 orang, yakni para manajer dan mereka yang bertanggung jawab atas keselamatan peralatan yang tetap berada di PLTN Bushehr tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rusia mulai mengevakuasi stafnya dari pembangkit listrik tersebut karena ancaman serangan udara di tengah perang Amerika Serikat-Israel di Iran.

Moskow telah memperingatkan bahwa serangan di dekat pembangkit listrik tersebut berisiko menyebabkan "bencana radiologi yang lebih dahsyat daripada Chernobyl."

Fasilitas Bushehr terletak di selatan Iran dan dilengkapi dengan reaktor 1.000 megawatt.

Daerah di sekitarnya telah dihantam serangan setidaknya empat kali selama perang.

Awal bulan ini, sebuah serangan menewaskan satu orang - seorang penjaga di fasilitas tersebut - tetapi tidak merusak PLTN itu sendiri, menurut media pemerintah Iran dan analisis Badan Energi Atom Internasional (IAEA) terhadap citra satelit lokasi tersebut.

Saat ini konflik AS dan Iran kembali memanas dengan langkah militer AS dalam memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran guna membuka Selat Hormuz. Blokade itu resmi dimulai pada Senin (13/04) pukul 10.00 ET atau pukul 21.00 WIB.

Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyatakan bahwa blokade tersebut dilaksanakan atas perintah Presiden Donald Trump. Operasi ini bertujuan mencegah kapal-kapal berlayar menuju atau keluar dari pelabuhan Iran di kawasan Teluk Persia dan Laut Oman di sebelah timur Selat Hormuz.

Sementara itu, Iran telah memperingatkan bahwa tidak ada pelabuhan di kawasan tersebut yang akan aman apabila keamanan Iran terancam.

Lihat juga Video: Respons Trump Setelah Ditelepon Putin Terkait Perang Iran

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait