Putin Langsung Telepon Presiden Masoud Usai Negosiasi Iran-AS Buntu

Putin Langsung Telepon Presiden Masoud Usai Negosiasi Iran-AS Buntu

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 13 Apr 2026 07:13 WIB
Russian President Vladimir Putin and Iranian President Masoud Pezeshkian. (Reuters)
Foto: Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Rusia Vladimir Putin (dok, Reuters).
Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin langsung menelepon Presiden Iran Masoud Pezeshkian usai perundingan Iran dan Amerika Serikat (AS) gagal. Apa yang dibahas keduanya?

Dilansir kantor berita AFP, Senin (13/4/2026), dalam pembicaraan itu, Putin mengaku siap membantu menengahi upaya untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah. Kremlin menyebut Putin siap memfasilitasi penyelesaian politik dan diplomatik atas konflik tersebut.

"Vladimir Putin menekankan kesiapannya untuk lebih memfasilitasi pencarian penyelesaian politik dan diplomatik atas konflik tersebut, dan untuk menengahi upaya mencapai perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah," kata Kremlin dalam pernyataan resminya mengenai percakapan telepon tersebut.

Perundingan Iran dan AS di Pakistan Berujung Kandas

Perundingan antara Iran dan AS yang diinisiasi Pakistan gagal. Kelanjutan gencatan senjata di Iran pun menjadi tanda tanya.

Dilansir Al-Jazeera dan CNN, Minggu (12/4), perundingan itu dilakukan oleh kedua negara yang tengah berperang tersebut dalam masa gencatan senjata selama 2 pekan. Delegasi AS dipimpin Wakil Presiden JD Vance.

Sementara, delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Perundingan itu dimulai pada Sabtu (11/4).

Setelah 21 jam, perundingan yang digelar secara maraton itu resmi berakhir tanpa kesepakatan apa pun. Vance mengatakan pembicaraan maraton itu membahas berbagai isu.

"Kami telah melakukannya selama 21 jam, dan kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan pihak Iran. Itu kabar baiknya," kata Vance dalam konferensi pers di Islamabad.

Meski telah berdiskusi selama 21 jam, kata Vance, kedua negara tak mencapai kesepakatan. Dia menyebut hal itu sebagai kabar buruk buat Iran.

"Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih besar daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat. Jadi kita kembali ke Amerika Serikat tanpa mencapai kesepakatan," ujarnya.

Sementara, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan tidak ada yang mengharapkan pembicaraan dengan AS mencapai kesepakatan dalam satu sesi. Dia menyebut hal itu memang sulit terjadi.

"Tentu saja, sejak awal, kita seharusnya tidak mengharapkan untuk mencapai kesepakatan dalam satu sesi. Tidak ada yang mengharapkan hal seperti itu," kata juru bicara kementerian Esmaeil Baghaei, menurut stasiun televisi pemerintah IRIB.


Lihat juga Video: Respons Trump Setelah Ditelepon Putin Terkait Perang Iran

(whn/zap)



Berita Terkait