Netanyahu Kritik Erdogan Gegara Singgung 'Sabotase' Gencatan Senjata AS-Iran

Netanyahu Kritik Erdogan Gegara Singgung 'Sabotase' Gencatan Senjata AS-Iran

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Minggu, 12 Apr 2026 05:41 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu, Kamis (9/4).
Foto: Netanyahu (Reuters)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengkritik keras Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan karena mengomentari gencatan senjata AS-Iran. Netanyahu lantas bersumpah pihaknya akan terus memerangi Teheran dan proksi-proksinya di kawasan tersebut.

Dilansir AFP, Minggu (12/4/2026), tak lama setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata awal pekan ini, Erdogan memperingatkan Presiden AS Donald Trump tentang "kemungkinan provokasi dan sabotase" yang dapat merusak kesepakatan tersebut. Erdogan sebetulnya tidak menyebutkan siapa yang mungkin mengancam kesepakatan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian, Netanyahu gusar dengan pernyataan Erdogan. Ia menanggapi dengan mengkritik pemimpin Turki tersebut.

"Israel, di bawah kepemimpinan saya, akan terus memerangi rezim teror Iran dan proksi-proksinya, tidak seperti Erdogan yang mengakomodasi mereka dan membantai warga Kurdi-nya sendiri," kata Netanyahu di X.

Selama percakapan teleponnya dengan Trump, Erdogan juga mendesak agar gencatan senjata "tidak dikompromikan dalam keadaan apa pun," dan mengatakan Turki akan menawarkan dukungan penuh untuk memastikan hal tersebut.

Turki, meskipun merupakan pengkritik keras Israel, bergabung dalam upaya diplomatik dengan Mesir dan Pakistan untuk mencapai gencatan senjata dalam konflik tersebut.

Kemudian pada hari Sabtu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz juga mengecam Erdogan di X. Ia menyebut Erdogan sebagai "macan kertas".

Erdogan, "yang tidak menanggapi serangan rudal dari Iran ke wilayah Turki dan telah terbukti sebagai macan kertas, kini melarikan diri ke ranah antisemitisme dan menyerukan pengadilan sandiwara di Turki terhadap kepemimpinan politik dan militer Israel".

"Sungguh absurd. Seorang anggota Ikhwanul Muslimin, yang membantai Kurdi, menuduh Israel-yang membela diri terhadap sekutu Hamasnya-melakukan genosida," ucap Katz.

"Israel akan terus membela diri dengan kekuatan dan tekad-dan dia sebaiknya tetap diam," lanjut dia.

(maa/maa)


Berita Terkait