Respons Istana soal Usulan Pembentukan Tim Independen Kasus Andrie Yunus

Respons Istana soal Usulan Pembentukan Tim Independen Kasus Andrie Yunus

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Kamis, 09 Apr 2026 09:47 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi usai rapat bersama Komisi XIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (Foto: Anggi M/detikcom)
Jakarta -

Sejumlah tokoh mendesak pembentukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Istana mengatakan usulan tersebut akan ditindaklanjuti.

"Nanti kami koordinasikan dulu ya. Kan sekarang prosesnya juga sudah berjalan ya, dengan cepat, transparan," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Prasetyo memastikan usulan itu dikaji pemerintah. "Bahwa ada pemikiran atau ada usulan, nanti kita coba kajikan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya diberitakan, ada sembilan tokoh menyampaikan seruan kebangsaan terkait pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Mereka mendesak pembentuk TGPF yang bekerja secara transparan.

Seruan kebangsaan itu disampaikan oleh Busyro Muqoddas, Sukidi, Halida Hatta, Karlina Supelli, Zumrotin K. Susilo, Lukman Hakim Saifuddin, Jacky Manuputty, Suciwati, dan Gomar Gultom. Mereka menyampaikan seruan sembari memegang bunga mawar putih.

"Kami menyerukan membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta yang bekerja transparan, akuntabel, dan bebas intervensi, melibatkan profesional dari unsur pemerintah dan masyarakat sipil," kata Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Jacky Manuputty di kantor (KontraS), Jakarta Pusat, Selasa (7/4).

Dia juga mendesak agar asas kesetaraan dijalankan. Apalagi jika terduga pelaku penyerangan adalah anggota militer.

"Ketentuan transisional seperti pasal 74 UU TNI agar dicabut supaya asas kesetaraan di hadapan hukum sungguh-sungguh berlaku bagi semua warga, termasuk ketika anggota militer diduga terlibat dalam penyerangan terhadap warga sipil," ujarnya.

Tonton juga video "Andrie Yunus Perdana Bicara Setelah Insiden Penyiraman Air Keras"

(fca/fjp)


Berita Terkait