Deretan Negara Sambut Baik Gencatan Senjata AS-Iran

Deretan Negara Sambut Baik Gencatan Senjata AS-Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 08 Apr 2026 16:54 WIB
Ilustrasi -- Bendera AS dan Iran (dok. Reuters)
Ilustrasi -- Bendera AS dan Iran (dok. Reuters)
Islamabad -

Sambutan baik disampaikan berbagai negara di dunia terhadap kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, setelah perang yang meluas di kawasan Timur Tengah berkecamuk selama lebih dari enam pekan terakhir.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam tanggapannya seperti dilansir AFP, Rabu (8/4/2026), mengharapkan semua pihak mematuhi gencatan senjata itu demi mewujudkan perdamaian yang bertahan lama.

Baik AS maupun Iran mengatakan mereka menyetujui gencatan senjata selama dua minggu, dan sama-sama mengklaim kemenangan dalam perang. Kedua negara akan menggelar perundingan lebih lanjut membahas finalisasi gencatan senjata, yang dijadwalkan akan digelar di Pakistan pada Jumat (10/4) mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbagai negara telah memberikan reaksi terhadap gencatan senjata yang lama dinantikan itu, dengan sebagian besar memberikan sambutan baik.

- Pakistan

Sebagai mediator konflik AS dan Iran, Pakistan menyambut baik gencatan senjata tersebut. Perdana Menteri (PM) Shehbaz Sharif, yang menjadi mediator gencatan senjata, mengundang delegasi Washington dan Teheran untuk hadir di Islamabad pada Jumat (10/4) mendatang guna "menyelesaikan semua perselisihan".

- Perserikatan Bangsa-Bangsa

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyambut baik gencatan senjata antara AS dan Iran.

Melalui juru bicaranya, Guterres menyerukan "semua pihak yang terlibat dalam konflik saat ini di Timur Tengah untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk mematuhi ketentuan gencatan senjata guna membuka jalan menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan".

- Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, dan Mesir

Arab Saudi memberikan dukungan untuk gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran. Riyadh menyerukan kesepakatan yang komprehensif untuk membawa kembali stabilitas ke kawasan.

"Kerajaan berharap bahwa gencatan senjata akan menjadi kesempatan untuk mencapai deeskalasi yang komprehensif dan berkelanjutan, meningkatkan keamanan kawasan, dan bahwa setiap serangan atau kebijakan yang merusak kedaulatan, keamanan, dan stabilitas negara-negara di kawasan tersebut akan berhenti," kata Kementerian Luar Negeri Saudi dalam pernyataannya.

Penasihat kepresidenan Uni Emirat Arab, Anwar Gargash, menyebut UEA "muncul sebagai pemenang dari perang yang dengan tulus ingin kami hindari".

Kementerian Luar Negeri Oman menekankan "pentingnya mengintensifkan upaya pada saat ini untuk mengidentifikasi solusi yang mampu menyelesaikan krisis dari akarnya dan mencapai penghentian permanen keadaan perang".

Sementara Kementerian Luar Negeri Qatar menyambut baik gencatan senjata itu, dan menegaskan "kepatuhan penuh terhadap gencatan senjata".

Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir, Badr Abdelatty, dalam percakapan telepon dengan Utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, menyampaikan "apresiasi mendalam atas langkah penting Amerika untuk memberi kesempatan pada diplomasi dan memulai proses serius negosiasi Amerika-Iran".

- Irak

Otoritas Irak menyambut baik gencatan senjata AS-Iran, dengan Kementerian Luar Negerinya "menyerukan untuk membangun langkah positif ini dengan meluncurkan jalur dialog yang serius dan berkelanjutan yang membahas akar penyebab perselisihan dan memperkuat saling percaya".

- Turki

Kementerian Luar Negeri Turki, dalam tanggapannya, mengharapkan agar gencatan senjata sementara ini "sepenuhnya diterapkan di lapangan dan berharap semua pihak mematuhi perjanjian tersebut".

- Uni Eropa

Diplomat utama Uni Eropa, Kaja Kallas, mengharapkan gencatan senjata itu "menciptakan peluang yang sangat dibutuhkan untuk mengurangi ancaman, menghentikan rudal, memulai kembali pelayaran, dan menciptakan ruang untuk diplomasi menuju kesepakatan yang langgeng".

- Inggris, Jerman, dan Prancis

PM Inggris Keir Starmer menyebut gencatan senjata itu "akan membawa momen kelegaan bagi kawasan dan dunia".

Kanselir Jerman Friedrich Merz mendesak "akhir perang yang langgeng dalam beberapa hari ke depan". "Hal ini hanay dapat dicapai melalui diplomasi," sebutnya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut gencatan senjata itu sebagai "hal yang sangat baik", dan mengharapkan hal itu akan "sepenuhnya dihormati di seluruh kawasan dan memungkinkan negosiasi berlangsung".

- Spanyol

PM Spanyol Pedro Sanchez menyambut baik gencatan senjata AS-Iran sebagai "kabar baik".

Menlu Jose Manuel Albares mengingatkan bahwa "semua front harus berhenti", termasuk Lebanon. "Tidak dapat diterima bahwa perang Israel, invasi Israel terhadap negara berdaulat seperti Lebanon... terus berlanjut".

- China

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mengatakan bahwa Beijing "menyambut baik pengumuman pihak-pihak terkait tentang tercapainya kesepakatan gencatan senjata".

- Korea Selatan

Kementerian Korea Selatan dalam tanggapannya mengharapkan "negosiasi anatra kedua pihak akan diselesaikan secara berhasil, dan agar perdamaian serta stabilitas di Timur Tengah akan dipulihkan secepatnya".

- Jepang

Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, menegaskan bahwa: "Yang terpenting adalah langkah-langkah konkret akan diambil untuk meredakan situasi, termasuk memastikan keamanan navigasi melalui Selat Hormuz".

- Australia dan Selandia Baru

Kantor PM Australia Anthony Albanese merilis pernyataan yang isinya menyatakan: "Australia ingin melihat gencatan senjata ditegakkan dan adanya penyelesaian konflik."

Sementara juru bicara Menlu Selandia Baru Winston Peters menyebut gencatan senjata ini sebagai "kabar menggembirakan". Namun dia juga mengingatkan bahwa "masih ada pekerjaan penting yang harus dilakukan dalam beberapa hari mendatang untuk mengamankan gencatan senjata yang langgeng".

- Indonesia

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyambut baik gencatan senjata sementara antara AS dan Iran.

"Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata yang telah diumumkan selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran," ujar Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang kepada wartawan di Kemlu, Jakpus, Rabu (8/4).

Yvonne menuturkan bahwa Indonesia melihat kesepakatan gencatan senjata ini sebagai momentum mengedepankan diplomasi daripada konfrontasi militer. Harapannya konflik dapat segera mereda.

Tonton juga video "Klaim Kemenangan Iran di Balik Gencatan Senjata 2 Minggu"

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait