Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama 2 minggu dengan Iran. Gencatan senjata ini dimulai setelah ketegangan yang terjadi selama sebulan lebih.
Sebagaimana diketahui, AS dan Israel menyerang wilayah Iran pada Sabtu (28/2) kota Iran. Kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei di Teheran dijatuhkan puluhan bom. Khamenei gugur dalam serangan ini.
Sejak kematian Khamenei, Iran terus meluncurkan serangan balasan ke AS dan Israel. Beberapa pangkalan militer AS di negara-negara Teluk diserang oleh Iran. Selama perang, Trump juga beberapa kali melontarkan ancaman keras. Namun, kini akhirnya Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini rangkuman pernyataan Trump dari awal perang dimulai hingga gencatan senjata:
1 Maret: Umumkan Kematian Khamenei
AS dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari. Keesokan harinya, Trump mengumumkan kematian Khamenei.
"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," kata Trump di jaringan media Social Truth miliknya, dilansir AFP, Minggu (1/3/2026).
Selanjutnya, Iran secara resmi mengumumkan bahwa Khamenei gugur. Iran bersumpah membalas serangan AS dan Israel. Kemudian, Mojtaba Khamenei terpilih menjadi pemimpin tertinggi Iran. Trump tidak dengan pemilihan Mojtaba Khamenei.
9 Maret: Sebut Perang Hampir Selesai
Setelah sepekan perang berlangsung, Trump menyebut bahwa perang segera selesai. Hal itu disampaikan dalam wawancara telepon dengan CBS News pada Senin (9/3) sore waktu setempat. AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu, yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
"Saya pikir perang ini sudah sangat tuntas, hampir sepenuhnya," kata Trump, berbicara kepada CBS News dalam wawancara telepon dari klub golfnya di Doral, Florida.
"Mereka (Iran-red) tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka tidak memiliki angkatan udara. Rudal-rudal mereka tinggal sedikit. Drone-drone mereka dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," klaim Trump dalam wawancara tersebut.
14 Maret: Minta Bantuan NATO Buka Selat Hormuz
Saat Hormuz ditutup, banyak negara terdampak. Dia berharap bantuan dari negara NATO untuk ikut membuka jalur ini.
"Banyak negara, terutama negara-negara yang terdampak oleh upaya Iran untuk menutup Selat Hormuz, akan mengirimkan kapal perang, bersama dengan Amerika Serikat, untuk menjaga agar selat tersebut tetap terbuka dan aman," kata Trump pada 14 Maret lalu.
"Mudah-mudahan Tiongkok, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain yang terdampak oleh pembatasan buatan ini akan mengirimkan kapal ke daerah tersebut sehingga Selat Hormuz tidak lagi menjadi ancaman bagi negara yang telah benar-benar lumpuh," ujarnya.
20 Maret: Sebut NATO Macan Kertas
Trump kemudian menyindir NATO. Trump menyebut NATO hanya macan kertas.
"Tanpa AS, NATO HANYA MACAN KERTAS!" tulis Trump pada 20 Maret.
Masih pada hari yang sama, Trump menyindir NATO lagi. Dia bahwa menyebut NATO pengecut.
"Sekarang pertempuran itu telah dimenangkan secara militer, dengan bahaya yang sangat kecil bagi mereka, mereka mengeluh tentang harga minyak yang tinggi yang terpaksa mereka bayar, tetapi tidak ingin membantu membuka Selat Hormuz, manuver militer sederhana yang merupakan satu-satunya alasan tingginya harga minyak. Sangat mudah bagi mereka untuk melakukannya, dengan risiko yang sangat kecil," tulisnya.
24 Maret: Ngaku Bicara dengan Tokoh Penting Iran
Trump juga sempat mengaku bernegoisasi dengan salah satu tokoh penting di Iran. Namun, tokoh itu bukanlah Mojtaba Khamenei.
Dilansir CNN, Selasa (24/3/2026), saat ditanya tentang siapa yang diajak bicara AS di Iran, Trump mengatakan tokoh itu orang penting di Iran.
"Seorang tokoh penting. Jangan lupa: Kita telah melenyapkan kepemimpinan pada fase satu, fase dua, dan sebagian besar fase tiga. Tetapi kita berurusan dengan seorang pria yang saya yakini paling dihormati dan pemimpinnya, Anda tahu, ini agak sulit, mereka telah melenyapkan--kita telah melenyapkan semua orang."
31 Maret: Trump Siap Akhiri Perang
Kemudian, lagi-lagi Trump mengatakan akan mengakhiri perang. "Kita sedang menyelesaikan pekerjaan ini, dan saya pikir mungkin dalam dua minggu, mungkin beberapa hari lebih lama, untuk menyelesaikan pekerjaan ini," ujar Trump pada 31 Maret.
31 Maret: Ancam Serang Sumur Minyak Iran
Di hari yang sama, Trump justru kembali mengancam Iran. Trump bahkan mengancam menyerang infrastruktur energi Iran dari pembangkit listrik hingga sumur minyak. Ancaman ini dilontarkan karena Selat Hormuz tak kunjung dibuka.
"Jika karena alasan apa pun kesepakatan tidak segera tercapai, yang mungkin akan terjadi, dan jika Selat Hormuz tidak segera 'Dibuka untuk Bisnis', kami akan mengakhiri 'kunjungan' kami yang menyenangkan di Iran dengan meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya semua Pembangkit Listrik, Sumur Minyak, dan Pulau Kharg (dan mungkin semua pabrik desalinasi!)" tulis Trump dalam pernyataannya di Truth Social.
2 April: Trump Ancam Iran Lagi
Meski berkata akan mengakhiri perang, Trump kembali mengancam Iran. Trump ingin membuat Iran kembali ke zaman batu.
"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras selama dua hingga tiga minggu ke depan," kata Trump dilansir CNN, Kamis (2/4/2026).
"Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada," katanya.
7 April: Trump Ancam Hancurkan Peradaban Iran
Puncaknya, Trump mengancam Iran dengan sangat keras. Ancaman ini diutarakan Trump menjelang tenggat waktu pembukaan Selat Hormuz, yang ditutup akibat perang yang dimulai oleh Trump dan Israel.
"Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali," kata Trump dalam unggahan platform Truth Social miliknya seperti dilansir Aljazeera, Selasa (7/4/2026).
Dalam unggahan selanjutnya, dia mengaku tak menginginkan hal tersebut terjadi. Dia mengklaim ingin ada perubahan rezim di Iran.
"Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi. Namun, sekarang kita memiliki perubahan rezim yang lengkap dan total, di mana pikiran yang berbeda, lebih cerdas, dan tak radikal (yang) berkuasa, mungkin sesuatu yang revolusioner dan luar biasa dapat terjadi," ujarnya.
8 April: Trump dan Iran Sepakati Gencatan Senjata
Sebulan lebih perang berlangsung, Trump dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata. Trump bakal menunda serangan ke Iran dalam 2 minggu.
Dalam pernyataan Trump yang diunggah akun X Gedung Putih seperti dilihat, Rabu (8/4/2026), Trump memberikan syarat kepada Iran. Yakni Iran harus membuka Selat Hormuz secara penuh.
"Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menunda penggunaan kekuatan destruktif yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Iran menyetujui pembukaan penuh, segera, dan aman atas Selat Hormuz, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" kata Trump.
Menurutnya, kesepakatan antara AS dan Iran bakal tercapai. Ia juga berbicara mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran.
"Sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran, dan percaya bahwa itu merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi. Hampir semua berbagai poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu akan memungkinkan kesepakatan tersebut diselesaikan dan dirampungkan," jelas Trump.
Tonton juga video "Klaim Kemenangan Iran di Balik Gencatan Senjata 2 Minggu"











































