Mitra Iran dari timur, China menunjuk hidung Amerika Serikat (AS) dan Israel atas ditutupnya jalur laut krusial Selat Hormuz. China mengatakan bahwa serangan AS dan Israel terhadap Iran merupakan akar penyebab blokade terhadap Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis untuk pasokan minyak dan gas global, terdampak oleh perang berkelanjutan antara AS dan Israel melawan Iran. Aktivitas perlintasan di jalur perairan penting itu telah secara efektif dibatasi sejak awal Maret lalu, memicu gangguan global yang meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global lebih tinggi.
Dalam pidatonya di Gedung Putih pada Rabu (1/4) malam, Presiden AS Trump mengatakan bahwa "negara-negara di dunia yang menerima minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut".
"Kita akan membantu, tetapi mereka harus memimpin dalam melindungi minyak yang sangat mereka andalkan," ucap Trump dalam pidatonya.
Trump bahkan mendesak negara-negara yang bergantung pada Selat Hormuz untuk "rebut saja, lindungi, gunakan untuk diri Anda sendiri".
Trump juga mengklaim bahwa Selat Hormuz akan dibuka kembali "secara alami" setelah perang berakhir, dan bahwa "harga gas akan segera turun kembali" -- pernyataan yang, menurut CNN, telah dibantah oleh para ekonom dan analis.
(rfs/wnv)