Krisis energi imbas dari konflik Timur Tengah juga berdampak pada Eropa. Komisaris energi Uni Eropa, Dan Jorgensen mendorong agar warga di negara-negara Eropa bisa bekerja dari rumah demi menghemat energi.
Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis (2/4/2026), Jorgensen menjelaskan bahwa krisis energi ini masih akan panjang dampaknya. Bahkan, jika perdamaian terjadi, kondisi normal belum akan terjadi dalam waktu dekat.
"Bahkan jika... perdamaian hadir besok, kita tetap tidak akan kembali normal dalam waktu dekat," kata Dan Jorgensen kepada wartawan setelah pertemuan luar biasa para menteri energi Uni Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semakin banyak yang dapat Anda lakukan untuk menghemat minyak - terutama solar dan bahan bakar jet - semakin baik keadaan kita," katanya.
Jorgensen juga mendesak negara-negara anggota Uni Eropa untuk mengikuti rekomendasi Badan Energi Internasional, termasuk bekerja dari rumah jika memungkinkan, mengurangi batas kecepatan di jalan raya sebesar 10 kilometer per jam, mendorong penggunaan transportasi umum, bergantian penggunaan mobil pribadi, meningkatkan berbagi mobil, dan mengadopsi praktik mengemudi yang efisien.
Perang AS-Israel dengan Iran dan ketegangan di Selat Hormuz telah mengganggu aliran energi regional, berkontribusi pada kekurangan dan tekanan harga di seluruh dunia.
Sebagaimana diketahui, pada tanggal 2 Maret, Iran mengumumkan pembatasan navigasi di Selat Hormuz, jalur transit utama bagi kapal tanker minyak, dan mengancam akan menyerang kapal-kapal yang mencoba melewatinya tanpa koordinasi.
Sekitar 20 juta barel minyak melewati selat tersebut setiap hari, dan penutupan efektifnya telah mendorong kenaikan harga minyak serta biaya pengiriman dan asuransi, sehingga meningkatkan kekhawatiran ekonomi global.
Simak juga Video: ASN Jakarta WFH Tiap Jumat, Pramono Minta Sektor Ini Tetap Masuk










































