Moskow dan London telah saling mengusir beberapa staf kedutaan selama satu dekade terakhir, keduanya saling tuding melakukan spionase.
Pengusiran dari satu pihak biasanya diikuti dengan balasan setimpal dari pihak lain.
Dilansir kantor berita AFP, Senin (30/3/2026), diplomat tersebut, yang oleh FSB disebut sebagai sekretaris kedutaan Albertus Gerhardus Janse Van Rensburg, diusir karena terlibat dalam "aktivitas intelijen subversif yang mengancam keamanan Rusia". Demikian lapor kantor berita Rusia, RIA.
"Keputusan telah dibuat untuk mencabut akreditasi Janse Van Rensburg dan memerintahkannya untuk meninggalkan Rusia dalam waktu dua minggu," lapor RIA mengutip pernyataan FSB.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan telah memanggil kuasa usaha Inggris.
Kedutaan Inggris belum memberikan komentar publik terkait hal ini.
Hubungan antara London dan Moskow, yang saat ini berada pada titik terendah karena perang Ukraina, telah menegang akibat tuduhan spionase selama beberapa dekade.
Sebelumnya pada tahun 2006, mantan perwira FSB dan pembelot Rusia, Alexander Litvinenko tewas di London, diracuni dengan polonium, dalam apa yang menurut penyelidik Inggris merupakan pembunuhan oleh dinas rahasia Rusia.
Pada tahun 2018, Inggris mengatakan bahwa agen ganda Rusia Sergei Skripal diracuni dengan zat saraf Novichok di kota katedral Inggris, Salisbury.
Lihat juga Video Presiden Kolombia Usir Diplomat Israel gegara Global Sumud Dicegat IDF
(ita/ita)











































