Bagaimana Kondisi Gaza Saat Perang AS-Israel Terhadap Iran Berlanjut?

Bagaimana Kondisi Gaza Saat Perang AS-Israel Terhadap Iran Berlanjut?

Haris Fadhil - detikNews
Minggu, 29 Mar 2026 17:06 WIB
Bagaimana Kondisi Gaza Saat Perang AS-Israel Terhadap Iran Berlanjut?
Foto: Warga Gaza masih hidup di tenda pengungsian akibat perang (AFP/EYAD BABA)
Gaza -

Sorotan dunia kini mulai beralih dari Gaza, Palestina, ke perang yang dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Padahal, warga Gaza masih hidup dalam situasi mengerikan.

Dilansir Al-Jazeera, Minggu (29/3/2026), Israel terus melakukan serangan terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat yang mereka duduki di tengah perang dengan Iran.

Menurut pejabat kesehatan di Gaza, setidaknya enam warga Palestina, termasuk seorang anak, tewas setelah pasukan Israel melancarkan serangan udara terhadap dua pos pemeriksaan polisi di selatan Khan Younis baru-baru ini. Para pejabat tersebut mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa para korban termasuk tiga polisi dan tiga warga sipil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan itu juga menyebabkan empat warga lainnya terluka. Tidak ada konfirmasi langsung dari Israel tentang serangan tersebut.

Pasukan Israel telah membunuh 692 warga Palestina dan melukai 1.895 lainnya sejak Israel menyetujui 'gencatan senjata' yang dimediasi AS pada November 2025. AS juga telah menginisiasi Board of Peace, namun sampai saat ini belum menunjukkan perbaikan di Gaza.

Selain dihantui serangan Israel, warga Gaza juga harus hidup dalam krisis energi. Suplai listrik telah terputus dari Gaza sekitar 2 tahun.

Perang di Gaza diklaim oleh Israel sebagai balasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Serangan Hamas itu menewaskan 1.200 orang di Israel.

Lebih dari dua tahun kemudian, Gaza telah hancur akibat serangan Israel. Serangan itu menewaskan 75.000 warga Palestina dan menyebabkan krisis kemanusiaan parah.

Perang juga memperburuk kehidupan di Gaza yang sebelum perang saja harus menghadapi pemadaman listrik bergilir setiap hari karena impor listrik yang terbatas dari Israel dan kekurangan bahan bakar.

Pembangkit listrik Gaza berhenti beroperasi karena kehabisan bahan bakar. Pada 11 Oktober 2023, wilayah tersebut mengalami pemadaman listrik total.

Tanpa pasokan bahan bakar dan jalur transmisi terputus, rumah-rumah, rumah sakit, sistem air, dan jaringan komunikasi kehilangan akses listrik yang andal. Mereka beralih ke penggunaan generator yang terbatas dan semakin tidak berkelanjutan.

Sejak saat itu, infrastruktur listrik Gaza terus memburuk akibat kekurangan bahan bakar dan kerusakan fisik jaringan listrik yang meluas. Generator tetap menjadi alternatif utama, tetapi sangat terbatas oleh kelangkaan bahan bakar, yang memengaruhi layanan penting seperti perawatan kesehatan, produksi air, dan telekomunikasi.

Selama periode antara tahun 2025 dan 2026, sistem kelistrikan Gaza secara luas digambarkan sebagai sistem yang praktis tidak berfungsi.

Tonton juga video "Detik-detik Serangan Israel Ledakkan Pengungsian Gaza, Warga Panik" "

Halaman 2 dari 3
(haf/idh)


Berita Terkait