5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2026 18:49 WIB
Kapal melintas di Selat Hormuz (dok. REUTERS/Amr Alfiky)
Kapal melintas di Selat Hormuz (dok. REUTERS/Amr Alfiky)
Jakarta -

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa Selat Hormuz ditutup untuk musuh, selama perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel terus berkecamuk. Thailand mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengizinkan kapal tanker minyak dari negara itu melintasi Selat Hormuz secara aman.

IRGC memperingatkan bahwa setiap kapal yang transit melalui jalur perairan strategis dan penting itu akan menghadapi "tindakan keras". Diumumkan juga oleh IRGC bahwa pasukannya telah mengusir setidaknya tiga kapal yang berupaya melintasi titik transit di jalur perairan penting tersebut.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul mengumumkan bahwa "kesepakatan telah tercapai untuk memungkinkan kapal-kapal tanker minyak Thailand melintas dengan aman melalui Selat Hormuz". Dia menyebut hal ini akan mengurangi kekhawatiran tentang impor bahan bakar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (28/3/2026):

- Iran Ingatkan Kapal yang Coba Lintasi Selat Hormuz Akan Ditindak Keras

ADVERTISEMENT

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa Selat Hormuz ditutup untuk musuh, selama perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel terus berkecamuk. IRGC memperingatkan bahwa setiap kapal yang nekat transit melalui jalur perairan strategis dan penting itu akan menghadapi "tindakan keras".

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Al Arabiya, Sabtu (28/3/2026), IRGC mengatakan bahwa Selat Hormuz "ditutup" untuk kapal-kapal yang berlayar ke dan dari pelabuhan-pelabuhan musuh.

Diumumkan oleh IRGC bahwa pasukannya telah mengusir setidaknya tiga kapal yang berupaya melintasi titik transit di jalur perairan penting tersebut.

- Mengapa Pakistan Muncul Jadi Mediator Antara AS-Iran?

Saat meningkatnya kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang dilancarkan sejak akhir Februari, Pakistan muncul sebagai mediator yang tidak terduga. Islamabad menawarkan bantuan untuk membawa Washington dan Teheran ke meja perundingan.

Pakistan, seperti dilansir Associated Press dan abc.net.au, Sabtu (28/3/2026), tergolong jarang diminta untuk bertindak sebagai perantara dalam diplomasi berisiko tinggi. Negosiasi-negosiasi sebelumnya antara AS dan Iran difasilitasi negara-negara Timur Tengah, seperti Qatar dan Oman.

Namun karena negara-negara itu berada di bawah serangan Iran selama perang, maka Islamabad mengambil alih peran tersebut. Ada sejumlah alasan yang mendasarinya, baik karena hubungan baik dengan AS dan Iran, maupun karena Pakistan memiliki banyak kepentingan dalam penyelesaian perang.

- Tel Aviv Dihantam Serangan Rudal Iran, 1 Orang Tewas

Otoritas Israel melaporkan sedikitnya satu orang tewas di area ibu kota Tel Aviv akibat serangan rudal Iran. Teheran terus melancarkan serangan pembalasan terhadap Tel Aviv saat perang memasuki bulan pertama.

Dalam laporannya, seperti dilansir AFP, Sabtu (28/3/2026), militer Israel menyebut pihaknya telah "mengidentifikasi rudal-rudal yang diluncurkan dari Iran menuju ke wilayah negara Israel" dalam setidaknya lima kali serangan selama lebih dari lima jam pada Jumat (27/3) waktu setempat.

Serangan-serangan rudal Iran itu memicu diaktifkannya sirene peringatan pada Jumat (27/3) malam hingga Sabtu (28/3) dini hari. Sistem pertahanan udara Tel Aviv juga diaktifkan untuk mencegat serangan-serangan tersebut.

- Thailand Capai Kesepakatan dengan Iran Agar Kapal Bisa Lintasi Selat Hormuz

Thailand telah mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengizinkan kapal-kapal tanker minyak dari negara tersebut untuk melintasi Selat Hormuz secara aman, ketika perang terus berkecamuk.

Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan strategis untuk pasokan energi global, terdampak oleh perang berkelanjutan antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang berlangsung sejak akhir Februari lalu.

Aktivitas perlintasan di Selat Hormuz telah secara efektif dibatasi sejak awal Maret lalu. Hal tersebut memicu gangguan global yang meningkatkan biaya pengiriman dan mendorong harga minyak global lebih tinggi.

- Trump Klaim Pengaruh Iran Mulai Berkurang di Timur Tengah

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam perilaku regional Iran yang disebutnya sebagai "bully" sejak lama di kawasan Timur Tengah. Trump kemudian mengklaim bahwa pengaruh Teheran di kawasan tersebut kini semakin berkurang di bawah operasi militer Washington.

AS, bersama sekutunya, Israel, melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu. Teheran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

"Selama 47 tahun, Iran dikenal sebagai bully di Timur Tengah, tetapi mereka bukan lagi bully. Mereka sedang dalam pelarian," kata Trump saat berbicara dalam forum Future Investment Initiative (FII), konferensi bisnis Arab Saudi yang digelar di Miami, Florida, AS, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (28/3/2026).

Simak Video 'Menlu AS Sebut Operasi di Iran Akan Selesai dalam Hitungan Minggu':

Halaman 2 dari 2
(nvc/nvc)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads