85 Persen Serangan Iran Disebut Targetkan Negara-negara Teluk

85 Persen Serangan Iran Disebut Targetkan Negara-negara Teluk

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 27 Mar 2026 13:05 WIB
Sekjen GCC Jasem Mohamed al-Budaiwi (dok. Reuters)
Sekjen GCC Jasem Mohamed al-Budaiwi (dok. Reuters)
Riyadh -

Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengatakan bahwa Iran mengarahkan sebagian besar serangannya, beberapa waktu terakhir, ke negara-negara Teluk, saat membalas gempuran Amerika Serikat (AS) dan Israel.

GCC memperingatkan bahwa tindakan Teheran itu menimbulkan ancaman serius bagi keamanan regional dan stabilitas ekonomi global.

"Iran mengarahkan lebih dari 85 persen serangannya ke negara-negara Teluk," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) GCC, Jasem al-Budaiwi, dalam pernyataannya, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (27/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iran menargetkan hotel-hotel, kedutaan besar, fasilitas air, dan bandara, menyerang lokasi-lokasi sipil dan mengakibatkan kematian warga sipil," ujarnya dalam pernyataan pada Kamis (26/3).

ADVERTISEMENT

Ditegaskan oleh Al-Budaiwi bahwa negara-negara Teluk tidak akan menerima tipu muslihat berkelanjutan atau upaya-upaya untuk membenarkan agresi, dan menolak setiap upaya untuk mengubah negara-negara Teluk menjadi "arena untuk penyelesaian perselisihan regional".

Menurut Al-Budaiwi, negara-negara Teluk telah menawarkan jaminan kepada Iran, tetapi mereka masih menghadapi rentetan serangan rudal.

Lebih lanjut, dia menganggap Iran bertanggung jawab atas eskalasi konflik tersebut, dan menekankan bahwa negara-negara Teluk memiliki hak untuk membela diri, berdasarkan hukum internasional.

Dalam pernyataannya, Al-Budaiwi juga menuduh Teheran melancarkan serangan sistematis terhadap fasilitas-fasilitas minyak di kawasan Teluk. Serangan-serangan Iran, sebut Al-Budaiwi, menargetkan lokasi-lokasi di dekat Selat Hormuz dan menghantam kilang minyak di Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, serta Kuwait.

Dia menyerukan penghentian segera serangan-serangan tersebut dan menekankan perlunya melibatkan negara-negara Teluk dalam setiap pembicaraan mengenai potensi gencatan senjata antara AS dan Iran.

Sementara itu, mengenai pemberlakuan biaya transit di Selat Hormuz oleh Iran, Al-Budaiwi menyampaikan kecamannya. Dia menyebut langkah tersebut melanggar hukum internasional.

Ditegaskan oleh Al-Budaiwi bahwa regulasi global melarang gangguan apa pun terhadap navigasi di perairan internasional di Selat Hormuz, dan bahwa tidak ada negara yang berhak memberlakukan pembatasan semacam itu.

Sebagai Sekjen GCC, Al-Budaiwi menegaskan negara-negara Teluk tidak menjadi bagian dari konflik yang sedang berlangsung dan telah melakukan upaya ekstensif untuk mencegah eskalasi.

Lihat juga Video: 2 Orang di Ramat Gan Israel Tewas Akibat Rudal Iran

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads