1.116 Orang di Lebanon Tewas Akibat Serangan Israel

1.116 Orang di Lebanon Tewas Akibat Serangan Israel

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Jumat, 27 Mar 2026 00:51 WIB
Asap tebal membumbung tinggi dari wilayah selatan Beirut pada Rabu (25/3/2026), setelah serangan yang dilancarkan Israel menghantam kawasan tersebut. Pemandangan dramatis terlihat ketika langit gelap diselimuti asap pekat, sementara kilatan petir ses
Ilustrasi. Serangan Israel di wilayah selatan Beirut, Lebanon. (Foto: REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Jakarta -

Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon dan mengirim pasukan darat. Tercatat sebanyak 1.116 orang tewas akibat serangan Israel.

Dilansir Al Jazeera, Jumat (27/3/2026), serangan Israel terhadap Lebanon telah menewaskan lebih dari 1.100 orang dan mengakibatkan 136.000 orang terpaksa mengungsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Unit Manajemen Risiko Bencana melaporkan jumlah total pengungsi di tempat penampungan mencapai 136.262. Sementara, jumlah KK pengungsi mencapai 34.973 keluarga.

Kantor Berita Nasional Lebanon mengutip pernyataan unit tersebut yang mengatakan jumlah korban tewas meningkat menjadi 1.116 dan jumlah korban luka menjadi 3.229.

Sebelumnya, Pemimpin Hizbullah, Qassem, mengatakan pihaknya menolak melakukan perundingan gencatan senjata apabila Israel terus melakukan serangan.

Dilansir AFP, Kamis (26/3), Israel, yang menduduki Lebanon selatan selama sekitar dua dekade hingga tahun 2000, terus melancarkan serangan terhadap tetangga utaranya. Israel juga mengirim pasukan darat untuk menguasai jalur hingga Sungai Litani, sekitar 30 kilometer (20 mil) dari perbatasan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan militer telah 'menciptakan zona keamanan yang nyata' dan sedang memperluasnya, dengan mendorong lebih dalam ke Lebanon.

"Kami hanya menciptakan zona penyangga yang lebih besar yang dapat mencegah invasi darat ke Israel dan serangan rudal," kata Netanyahu dalam video yang dibagikan oleh kantornya.

Sementara itu, Hizbullah mengeluarkan puluhan pernyataan yang mengklaim serangan terhadap pasukan Israel, dan mengatakan bahwa mereka juga meluncurkan rudal pada Kamis pagi ke lokasi militer di Israel tengah, di mana sirene serangan udara berbunyi.

(fca/fca)


Berita Terkait