Timur Tengah Membara, Australia Tolak Pengunjung dari Iran

Timur Tengah Membara, Australia Tolak Pengunjung dari Iran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 26 Mar 2026 12:43 WIB
Ilustrasi bendera Australia (Foto: Getty Images/iStockphoto/baona)
Ilustrasi bendera Australia (Foto: Getty Images/iStockphoto/baona)
Jakarta -

Pemerintah Australia melarang masuk para pengunjung dari Iran di tengah berkecamuknya perang Timur Tengah. Larangan yang bersifat sementara ini disebut demi kepentingan nasional Australia. Alasannya, perang Amerika Serikat-Israel di Iran telah meningkatkan risiko bahwa pemegang paspor Iran dapat menolak atau tidak dapat terbang pulang setelah visa kunjungan jangka pendek mereka berakhir.

Departemen Dalam Negeri Australia mengatakan bahwa larangan terhadap pengunjung dari Iran tersebut akan berlaku selama enam bulan, dan menyebut langkah itu sebagai demi "kepentingan nasional di tengah kondisi global yang berubah dengan cepat".

"Konflik di Iran telah meningkatkan risiko bahwa beberapa pemegang visa sementara mungkin tidak dapat atau tidak mungkin meninggalkan Australia ketika visa mereka berakhir," kata Departemen Dalam Negeri Australia dalam sebuah pernyataan, dilansir media Al-Jazeera, Kamis (26/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah ini memberi Pemerintah waktu untuk menilai situasi dengan benar, sambil tetap memberikan fleksibilitas dalam kasus-kasus terbatas," imbuh departemen dalam pernyataan yang dirilis pada hari Rabu (25/3/2026).

ADVERTISEMENT

Larangan tersebut berlaku untuk warga negara Iran yang saat ini berada di luar Australia - bahkan jika mereka memiliki visa kunjungan Australia untuk pariwisata atau pekerjaan.

Pengecualian terhadap larangan tersebut termasuk warga negara Iran yang sudah berada di Australia, mereka yang saat ini transit ke Australia, pasangan, atau anak tanggungan warga negara Australia, dan mereka yang memiliki visa permanen.

Pengecualian juga akan dipertimbangkan berdasarkan kasus per kasus, seperti untuk orang tua warga negara Australia, kata departemen tersebut.

Menteri Dalam Negeri Tony Burke mengatakan keputusan tentang siapa yang dapat tinggal permanen di Australia harus dibuat oleh pemerintah dan tidak boleh menjadi "konsekuensi acak dari siapa yang memesan liburan".

"Ada banyak visa kunjungan yang dikeluarkan sebelum konflik di Iran yang mungkin tidak akan dikeluarkan jika diajukan sekarang," katanya.

Burke menambahkan bahwa pemerintah memantau perkembangan dan "akan menyesuaikan pengaturan sesuai kebutuhan untuk memastikan sistem migrasi Australia tetap tertib, adil, dan berkelanjutan".

Lihat juga Video 'Daftar Petinggi Iran yang Tewas Dibunuh oleh AS-Israel':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads