Trump Ngaku AS Dialog dengan Orang Top Iran tapi Bukan Mojtaba Khamenei

Trump Ngaku AS Dialog dengan Orang Top Iran tapi Bukan Mojtaba Khamenei

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 24 Mar 2026 11:11 WIB
U.S. President Donald Trump gestures during a visit to Verst Logistics in Hebron, Kentucky, U.S., March 11, 2026. REUTERS/Kevin Lamarque     TPX IMAGES OF THE DAY
Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat berkunjung ke Verst Logistics di Hebron, Kentucky, AS. (REUTERS/Kevin Lamarque)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan negaranya sedang berbicara dengan orang penting dalam rezim Iran untuk mencoba mengakhiri perang. Namun, Trump ngaku tidak bicara dengan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Dilansir CNN, Selasa (24/3/2026), ditanya tentang siapa yang diajak bicara AS di Iran, Trump mengatakan, "Seorang tokoh penting. Jangan lupa: Kita telah melenyapkan kepemimpinan pada fase satu, fase dua, dan sebagian besar fase tiga. Tetapi kita berurusan dengan seorang pria yang saya yakini paling dihormati dan pemimpinnya, Anda tahu, ini agak sulit, mereka telah melenyapkan--kita telah melenyapkan semua orang."

Trump mengatakan bahwa utusan khususnya Steve Witkoff dan Jared Kushner terlibat dalam pembicaraan, tetapi tidak menyebutkan orang yang mereka ajak berkomunikasi di pihak Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika didesak wartawan tentang apakah AS sedang berbicara dengan Khamenei, Trump mengatakan, "Tidak, bukan Pemimpin Tertinggi."

ADVERTISEMENT

"Kita belum mendengar kabar dari putranya. Sesekali Anda akan melihat pernyataan yang dibuat--tetapi kita tidak tahu apakah dia masih hidup," kata Trump.

"Saya tidak menganggap dia sebagai pemimpin sejati," tambah Trump.

Pihak Iran mengatakan bahwa tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat. Iran menolak laporan tentang pembicaraan di tengah konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung.

Dilansir Anadolu Agency, Selasa (24/3), berbicara kepada kantor berita resmi IRNA, juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa selama beberapa hari terakhir, pesan telah disampaikan melalui "negara-negara sahabat" yang menunjukkan permintaan AS untuk negosiasi guna mengakhiri perang, menambahkan bahwa Iran menanggapi sesuai dengan "posisi prinsipnya."

Baghaei mengatakan tanggapan Iran termasuk peringatan tentang "konsekuensi serius" dari setiap serangan terhadap infrastruktur vital negara, menekankan bahwa setiap tindakan yang menargetkan fasilitas energi Iran akan ditanggapi dengan respons yang "tegas, segera, dan efektif" oleh angkatan bersenjatanya.

Baghaei juga membantah bahwa negosiasi atau dialog apa pun dengan AS telah terjadi selama 24 hari terakhir sejak pecahnya apa yang ia sebut sebagai "perang yang dipaksakan."

Lihat juga Video Asal-usul Ledekan 'Trump, Kau Dipecat!' dari Jubir Militer Iran

Halaman 2 dari 2
(rfs/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads