Target Rudal Iran Capai 4.000 Km, Disebut Bisa Jangkau Paris-Berlin

Target Rudal Iran Capai 4.000 Km, Disebut Bisa Jangkau Paris-Berlin

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 22 Mar 2026 12:05 WIB
Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran dilaporkan untuk pertama kalinya meluncurkan rudal balistik canggih Sejjil dalam serangan terhadap Israel. Peluncuran rudal tersebut menjadi bagian dari gelombang serangan balasan Iran dalam perang
Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran dilaporkan untuk pertama kalinya meluncurkan rudal balistik canggih Sejjil dalam serangan terhadap Israel. (NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Jakarta -

Pangkalan militer gabungan Inggris-Amerika Serikat (AS) di Diego Garcia, Samudra Hindia, jadi target serangan rudal balistik Iran. Meski rudal Iran disebut gagal mencapai target, rudal antarbenua itu dihitung dapat menjangkau Paris hingga Berlin di Eropa.

Dilansir AFP, Minggu (22/3/2026), Diego Garcia, yang berjarak sekitar 2.500 mil atau 4.000 kilometer dari wilayah Iran, adalah salah satu dari dua pangkalan yang diizinkan Inggris untuk digunakan AS untuk "operasi pertahanan" dalam perang melawan Iran.

Pada Jumat (20/3), pemerintah Inggris mengatakan akan mengizinkan Washington untuk menggunakan pangkalan-pangkalan mereka di Diego Garcia dan Fairford di barat daya Inggris untuk menargetkan "situs dan kemampuan rudal Iran yang digunakan untuk menyerang kapal di Selat Hormuz".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sumber resmi Inggris tersebut mengkonfirmasi bahwa "penargetan Diego Garcia yang gagal" oleh Iran terjadi sebelum pengumuman pada Jumat (20/3). Sumber tersebut tidak mengkonfirmasi detail tambahan tentang serangan tersebut.

"Iran meluncurkan rudal balistik antarbenua dua tahap dengan jangkauan 4.000 kilometer menuju target Amerika di Pulau Diego Garcia," kata Kepala Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir dalam pidato yang disiarkan televisi.

"Rudal-rudal ini tidak dimaksudkan untuk menyerang Israel. Jangkauannya mencapai ibu kota Eropa--Berlin, Paris, dan Roma semuanya berada dalam jangkauan ancaman langsung," tambah Zamir.

Wall Street Journal pertama kali melaporkan pada Jumat (20/3), mengutip pejabat AS, bahwa Iran meluncurkan dua rudal balistik ke pangkalan tersebut.

Meskipun keduanya tidak mengenai target, peluncuran tersebut menunjukkan bahwa Teheran memiliki rudal dengan jangkauan yang lebih jauh daripada yang diperkirakan sebelumnya. Pentagon menolak berkomentar.

Salah satu rudal gagal dalam penerbangan, dan yang lainnya menjadi sasaran pencegat yang ditembakkan dari kapal perang AS, meskipun tidak jelas apakah rudal tersebut terkena, lapor Wall Street Journal.

"Serangan sembrono Iran, yang mengamuk di seluruh wilayah dan menyandera Selat Hormuz, merupakan ancaman bagi kepentingan Inggris dan sekutu Inggris," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris pada Sabtu (21/3).

"Pemerintah ini telah memberikan izin kepada AS untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk operasi pertahanan tertentu dan terbatas."

Pulau Diego GarciaPulau Diego Garcia. (Google Earth)

Pesan Strategis

Namun, mantan komandan Angkatan Laut Kerajaan Inggris dan pakar pertahanan Tom Sharpe mengatakan kepada AFP bahwa rudal jarak jauh mungkin bukan "pengubah permainan" dalam perang tersebut.

Iran "selalu memiliki rudal dengan jangkauan seperti itu yang telah kita ketahui, mungkin tidak diumumkan," kata Sharpe.

Serangan itu "menunjukkan bahwa mereka masih dapat memindahkan peluncur bergerak ini, tanpa terdeteksi, berputar dan menembak tanpa terkena serangan," tambahnya.

"Tergantung pada berat hulu ledak, Iran dapat meningkatkan jangkauan beberapa rudalnya," jelas Ali Vaez, direktur proyek Iran di Crisis Group.

"Namun ini bukan semata-mata tentang kegunaan di medan perang, melainkan pesan strategis-memberi sinyal kepada Amerika Serikat dan Israel bahwa salah memahami tekad dan kemampuan Iran dapat terbukti sebagai kesalahan yang mahal," kata Vaez.

Pasukan Amerika telah menempatkan pesawat pembom dan peralatan lainnya di Diego Garcia, pusat utama operasi di Asia, termasuk kampanye pemboman AS di Afghanistan dan Irak.

Presiden AS Donald Trump telah mengkritik tanggapan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer terhadap perang melawan Iran, awalnya menolak untuk terlibat sebelum mengizinkan Washington menggunakan dua pangkalan tersebut secara terbatas.

Trump juga mengecam keputusan Inggris untuk mengembalikan Kepulauan Chagos kepada Mauritius setelah menguasainya sejak tahun 1960-an. Berdasarkan perjanjian tersebut, Inggris akan mempertahankan sewa untuk pangkalan di Diego Garcia, pulau terbesar di kepulauan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper dalam panggilan telepon pada Kamis (18/3), bahwa penggunaan pangkalan Inggris oleh AS akan dianggap sebagai "partisipasi dalam agresi", menurut kementerian luar negeri Teheran.

Sebagai balasannya, Cooper memperingatkan Araghchi "agar tidak menargetkan pangkalan, wilayah, atau kepentingan Inggris secara langsung", menurut pernyataan dari kantor luar negeri Inggris.

Lihat juga Video Rudal Iran Beterbangan di Langit Israel, Sirene Tel Aviv Meraung-raung

Halaman 2 dari 3
(rfs/imk)



Berita Terkait