Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Listrik Padam

Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Listrik Padam

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Minggu, 22 Mar 2026 09:47 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat ia dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio (kiri) meninggalkan Gedung Putih dalam perjalanan ke Florida pada 20 Maret 2026 di Washington DC. Trump menghabiskan akhir pekan di klub pribadinya, Mar-a-
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan saat ia dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio (kiri) meninggalkan Gedung Putih dalam perjalanan ke Florida pada 20 Maret 2026. (Getty Images via AFP/CHIP SOMODEVILLA)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi ultimatum terbaru kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz. Trump memberi waktu 48 jam kepada Iran untuk buka selat yang krusial bagi ekonomi dunia itu atau listrik Teheran akan padam.

Dilansir AFP, Minggu (22/3/2026), Donald Trump memberi Iran tenggat waktu 48 jam untuk membuka Selat Hormuz bagi lalu lintas pelayaran atau menghadapi penghancuran infrastruktur energinya.

"Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz, dalam waktu 48 JAM dari saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka, DIMULAI DENGAN YANG TERBESAR TERLEBIH DAHULU!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran pada 28 Februari, Iran secara efektif menutup selat tersebut sebagai pembalasan.

Sekitar seperlima minyak mentah dan gas alam cair dunia melewati selat tersebut, dan penutupan tersebut membuat negara-negara yang bergantung pada jalur pelayaran tersebut berupaya mencari rute alternatif dan memanfaatkan cadangan.

Terhambatnya pasokan dari Teluk telah menyebabkan harga bahan bakar melonjak di seluruh dunia, mengancam pemerintah dengan inflasi yang meluas semakin lama perang berlanjut.

Militer AS mengatakan sebelumnya pada Sabtu (21/3), bahwa mereka telah merusak bunker Iran yang menyimpan senjata yang mengancam pengiriman minyak dan gas di Selat Hormuz.

Pernyataan tersebut tampaknya dirancang untuk menenangkan kekhawatiran pasar energi dan sekutu internasional Washington yang skeptis, lebih dari 20 di antaranya mengeluarkan pernyataan yang berjanji untuk mendukung upaya membuka kembali jalur laut utama tersebut.

Simak juga Video: Trump: Buka Selat Hormuz Itu Simple, Tapi Butuh Banyak Bantuan

Halaman 2 dari 2
(rfs/imk)


Berita Terkait