Jubir Garda Revolusi Iran Gugur Dibunuh AS-Israel

Jubir Garda Revolusi Iran Gugur Dibunuh AS-Israel

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 20 Mar 2026 16:04 WIB
Bendera Iran
Ilustrasi bendera Iran. (Middle East Monitor)
Jakarta -

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan serangan Amerika Serikat (AS)-Israel telah menewaskan juru bicara mereka, Jenderal Ali Mohammad Naini. Gugurnya Naini menambah daftar panjang pimpinan Iran yang tewas dalam serangan AS dan Israel.

Dilansir dari AFP, Arab News, dan Al Jazeera, Jumat (20/3/2026), Naini "gugur dalam serangan teroris pengecut dan kriminal oleh pihak Amerika-Zionis pada subuh hari," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan di situs web Sepah News mereka.

Pada malam sebelumnya, dilansir Al Jazeera, Naini mengatakan bahwa Teheran masih membangun rudal, untuk membantah klaim Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bahwa Iran tidak lagi mampu melakukannya.

Jenderal Ali Mohammad Naeini menyampaikan komentar tersebut dalam sebuah laporan yang dikutip oleh surat kabar IRAN milik pemerintah Iran.

"Skor industri rudal kami adalah 20 dan tidak ada kekhawatiran dalam hal ini karena kami memproduksi rudal bahkan dalam kondisi perang, yang luar biasa, dan tidak ada masalah khusus dalam penimbunan."

Dua puluh adalah skor sempurna, menurut sistem pendidikan Iran. Juru bicara IRGC mengatakan perang akan berlanjut.

"Orang-orang ini mengharapkan perang berlanjut sampai musuh benar-benar kelelahan," kata jenderal itu tentang publik Iran. "Perang ini harus berakhir ketika bayang-bayang perang telah sirna dari negara ini."

Dalam konferensi pers pada Kamis (19/3), dilansir AFP, Netanyahu mengatakan Israel dan Amerika Serikat "memenangkan" perang yang dimulai ketika sekutu melancarkan serangan terhadap Iran.

"Kami mengambil tindakan untuk menghancurkan industri-industri yang memungkinkan pembuatan rudal. Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium dan memproduksi rudal balistik," kata pemimpin veteran Israel itu.

"Kami menang dan Iran sedang dihancurkan."

Tonton juga video "Netanyahu Klaim Iran Tak Lagi Mampu Perkaya Uranium dan Produksi Rudal"

Halaman 2 dari 2
(rfs/imk)


Berita Terkait