Belum Pernah Terjadi, 36.000 Warga Tepi Barat Mengungsi dalam Setahun

Belum Pernah Terjadi, 36.000 Warga Tepi Barat Mengungsi dalam Setahun

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 17 Mar 2026 16:38 WIB
Pasukan Israel di Tepi Barat (Foto: Reuters)
Pasukan Israel di Tepi Barat (Foto: Reuters)
Jakarta -

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan Israel untuk segera menghentikan perluasan permukimannya yang dramatis di Tepi Barat. PBB pun menyampaikan kekhawatiran akan "pembersihan etnis" dengan lebih dari 36.000 warga Palestina telah mengungsi dalam satu tahun.

Sebuah laporan baru dari kantor hak asasi manusia PBB, yang meneliti selama periode 12 bulan hingga 31 Oktober 2025, memperingatkan bahwa perluasan permukiman ilegal Israel yang semakin cepat dan aneksasi sebagian besar wilayah Tepi Barat, telah menyebabkan pengungsian yang "belum pernah terjadi sebelumnya".

"Pengungsian lebih dari 36.000 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki merupakan pengusiran massal warga Palestina dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang merupakan pemindahan ilegal yang dilarang berdasarkan hukum kemanusiaan internasional," kata laporan itu, dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bersamaan dengan pengungsian besar-besaran warga Palestina di Gaza, hal itu tampaknya menunjukkan kebijakan Israel yang terkoordinasi untuk pemindahan paksa massal di seluruh wilayah yang diduduki, yang bertujuan untuk pengungsian permanen, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan pembersihan etnis," demikian laporan tersebut.

Laporan tersebut menunjukkan persetujuan oleh otoritas Israel atas 36.973 unit perumahan di permukiman di Yerusalem Timur yang diduduki dan sekitar 27.200 unit di wilayah Tepi Barat lainnya.

Selain itu, selama periode 12 bulan tersebut, "sebanyak 84 pos terdepan permukiman didirikan di seluruh Tepi Barat yang diduduki, sehingga jumlah totalnya menjadi lebih dari 300," kata laporan itu.

Selain sekitar tiga juta warga Palestina, lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di permukiman dan pos terdepan di Tepi Barat, yang ilegal menurut hukum internasional.

Kekerasan di Tepi Barat, yang telah diduduki Israel sejak 1967, telah meningkat tajam sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel yang memicu perang Gaza.

Terjadi juga peningkatan serangan mematikan oleh para pemukim Israel di Tepi Barat sejak dimulainya perang Iran, demikian menurut otoritas Palestina dan PBB, dengan setidaknya enam warga Palestina tewas sejak awal Maret ini.

Menurut perhitungan AFP berdasarkan angka dari Kementerian Kesehatan Palestina, pasukan atau pemukim Israel telah membunuh setidaknya 1.045 warga Palestina - banyak di antaranya militan, tetapi juga puluhan warga sipil - di Tepi Barat sejak dimulainya perang Gaza.

Sementara itu angka resmi Israel menyebutkan bahwa 45 warga Israel, termasuk tentara dan warga sipil, telah tewas dalam serangan warga Palestina atau selama operasi militer Israel.

Lihat juga Video 'Detik-detik Warga Israel Bakar Tenda Warga Palesina di Tepi Barat':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini