Lagi Perang, Iran Umumkan Kenaikan Upah Minimum 60 Persen

Lagi Perang, Iran Umumkan Kenaikan Upah Minimum 60 Persen

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 16 Mar 2026 17:59 WIB
Situasi di Teheran, Iran, saat perang melawan AS-Israel berkecamuk (AFP)
Situasi di Teheran, Iran, saat perang melawan AS-Israel berkecamuk (AFP)
Teheran -

Pemerintah Iran mengumumkan kenaikan upah minimum sebesar lebih dari 60 persen saat perang berkecamuk melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kenaikan upah minimum ini diumumkan beberapa bulan setelah unjuk rasa antipemerintah, yang dipicu ketidakpuasan rakyat atas kondisi ekonomi yang buruk.

Iran menyesuaikan upah minimumnya setiap tahun untuk memperhitungkan inflasi, yang meroket akibat sanksi internasional dalam beberapa bulan menjelang perang melawan AS dan Israel, yang berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Kenaikan upah minimum itu, seperti dilansir AFP, Senin (16/3/2026), diumumkan oleh Menteri Tenaga Kerja Iran pada Minggu (15/3) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pengumumannya, menurut kantor berita Tasnim, Menteri Tenaga Kerja Iran mengatakan bahwa "dengan persetujuan pemerintah", upah minimum bulanan akan naik dari 103 juta Rial Iran (Rp 1,3 juta) menjadi 166 juta Rial Iran (Rp 2,1 juta) pada tahun kalender Persia mendatang, yang akan dimulai dalam beberapa hari mendatang.

ADVERTISEMENT

Pengumuman serupa juga disampaikan soal kenaikan tunjangan anak.

Menurut situs pemantauan Bonbast, mata uang Iran diperdagangkan sekitar 1,47 juta Rial Iran terhadap dolar Amerika.

Unjuk rasa memprotes kondisi ekonomi Iran meletus sejak Desember tahun lalu, yang dipicu oleh tingginya biaya hidup dan depresiasi mata uang nasional.

Aksi protes itu meluas dan berkembang dengan cepat menjadi unjuk rasa antipemerintah yang berlangsung secara nasional, yang menyerukan diakhirinya kepemimpinan ulama di Iran yang berkuasa sejak revolusi Islam tahun 1979.

Otoritas Iran melancarkan penindakan keras terhadap unjuk rasa tersebut, yang menurut kelompok-kelompok HAM, telah menewaskan ribuan orang. Situasi tersebut mendorong Presiden AS Donald Trump untuk melontarkan ancaman intervensi militer terhadap Iran.

AS bersama Israel mulai melancarkan serangan militer skala besar terhadap Iran pada akhir Februari, dengan tujuan Trump telah bergeser, meskipun dia berulang kali menyerukan kepada rakyat Iran untuk mengambil peluang untuk bangkit dan mengambil kendali atas negara mereka.

Tonton juga video "Iran Balas AS, Serang Pangkalan Militer di UEA, Bahrain, dan Kuwait"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads