Arab Saudi Hancurkan 6 Rudal yang Meluncur ke Pangkalan Udaranya

Arab Saudi Hancurkan 6 Rudal yang Meluncur ke Pangkalan Udaranya

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 11 Mar 2026 15:09 WIB
Sistem pertahanan udara rudal Patriot buatan AS ditempatkan di wilayah Arab Saudi (dok. AFP PHOTO/AFP FILES/BOB SULLIVAN)
Sistem pertahanan rudal Patriot buatan AS ditempatkan di Arab Saudi (dok. AFP PHOTO/AFP FILES/BOB SULLIVAN)
Riyadh -

Arab Saudi kembali dihujani rentetan serangan rudal pada Rabu (11/3), saat perang antara negara tetangganya, Iran, dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berlanjut. Riyadh mengumumkan telah mencegat serangan-serangan rudal itu, termasuk yang mengarah ke pangkalan militer di wilayahnya.

Kementerian Pertahanan Saudi dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (11/3/2026), mengatakan bahwa sedikitnya enam rudal balistik yang diluncurkan ke arah Pangkalan Udara Pangeran Sultan telah dicegat dan dihancurkan.

Pangkalan Udara Pangeran Sultan menjadi lokasi puluhan jet tempur Amerika Serikat (AS) biasanya ditempatkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Saudi juga mengumumkan bahwa sebuah rudal balistik lainnya berhasil dicegat dan dihancurkan setelah terdeteksi mengudara di wilayah timur negara tersebut.

Selain rudal balistik, sistem pertahanan udara Saudi juga mencegat rentetan serangan drone yang menghujani negara tersebut sepanjang Rabu (11/3).

Disebutkan Kementerian Pertahanan Saudi dalam pernyataannya bahwa total tujuh drone yang mengudara ke arah ladang minyak Shaybah telah ditembak jatuh di area Empy Quarter atau Gurun Rub al Khali.

Beberapa drone lainnya, sebut Kementerian Pertahanan Saudi, telah dicegat dan dihancurkan di area Al-Kharj dan Hafar al-Batin.

Situasi di kawasan Timur Tengah memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Rentetan serangan terus menghujani Saudi meskipun otoritas Riyadh telah memberikan peringatan bahwa Teheran akan menjadi "pihak yang paling dirugikan" jika serangan terus berlanjut.

Otoritas Saudi juga mengatakan bahwa serangan Iran yang berkelanjutan "menandakan peningkatan eskalasi lebih lanjut" dan akan berdampak besar pada hubungan saat ini dan hubungan di masa mendatang.

"Kami menekankan bahwa tindakan Iran saat ini terhadap negara-negara kami tidak mencerminkan kebijaksanaan atau kepentingan untuk menghindari perluasan siklus eskalasi, di mana Iran akan menjadi pihak yang paling dirugikan," tegas Kementerian Luar Negeri Saudi dalam peringatannya.

Otoritas Saudi juga menegaskan kembali hak negara mereka untuk mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk melindungi rakyat, wilayah, dan kedaulatannya.

Lihat juga Video: Iran Serang Kilang Minyak Aramco di Saudi, Pekerja Dievakuasi

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait