Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan 'tidak senang' dengan pemimpin tertinggi Iran yang baru dipilih. Hal itu disampaikan oleh pembawa acara Fox News, Brian Kilmeade.
Dilansir Al Jazeera, Senin (9/3/2026), Kilmeade mengungkapkan bahwa presiden AS itu telah mengatakan kepadanya, "Saya tidak senang" dengan pilihan Iran atas Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi negara yang baru.
Trump sendiri belum berkomentar secara terbuka mengenai terpilihnya Mojtaba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (9/3/2026):
- Panas, Turki Kerahkan 6 Jet Tempur F-16 ke Siprus Utara
Turki mengerahkan enam jet tempur F-16 dan sistem pertahanan udara ke Siprus Utara untuk meningkatkan keamanan komunitas Turki di sana, di tengah perang yang berkecamuk antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran. Pemerintah Turki pun menyatakan akan mengambil langkah-langkah tambahan jika diperlukan.
Negara-negara Eropa telah meningkatkan pengerahan militer ke pulau tersebut dalam beberapa hari terakhir, setelah sebuah drone Iran, yang menurut para pejabat keamanan ditembakkan oleh kelompok militan Hizbullah, sekutu Iran di Lebanon, menghantam pangkalan udara Inggris di Siprus pekan lalu.
- Pesawat Pengebom AS Tiba di Pangkalan Inggris, Siap Serang Iran
Tiga pesawat pengebom Amerika Serikat (AS) mendarat di pangkalan udara Inggris saat Pentagon bersiap untuk "peningkatan" serangan terbaru terhadap Iran.
Satu pesawat pengebom AS jenis B-1 Lancer itu, seperti dilansir Middle East Eye, Senin (9/3/2026), mendarat di pangkalan Angkatan Udara Fairford di Gloucestershire, Inggris bagian selatan, pada Jumat (6/3) malam waktu setempat.
Dua pesawat pengebom lainnya mendarat di pangkalan yang sama pada Sabtu (7/3) pagi waktu setempat.
- Arab Saudi Beri Peringatan ke Iran yang Terus Serang Wilayahnya
Pemerintah Arab Saudi mengecam Iran yang terus melancarkan serangan terhadap wilayahnya dan negara-negara Teluk lainnya, sebagai pembalasan atas serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Riyadh memperingatkan bahwa Teheran akan menjadi "pihak yang paling dirugikan" jika serangan terus berlanjut.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, seperti dilansir Al Jazeera dan Arab News, Senin (9/3/2026), mengutuk serangan-serangan Iran terhadap wilayahnya dan negara-negara Teluk lainnya, yang disebutnya sebagai serangan "keji" dan "tidak bisa diterima dalam keadaan apa pun".
Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan kembali hak negara mereka untuk mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk melindungi rakyat, wilayah, dan kedaulatannya.
- Netanyahu Bersumpah Lanjutkan Perang, Bilang Punya 'Kejutan' untuk Iran
Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, bersumpah untuk melanjutkan perang melawan Iran. Netanyahu juga mengklaim bahwa Tel Aviv memiliki "rencana yang penuh kejutan" untuk melemahkan rezim di Teheran.
Netanyahu dalam pernyataannya, seperti dilansir kantor berita Anadolu Agency, Senin (9/3/2026), menegaskan bahwa Israel sedang melanjutkan perang melawan Iran dengan kekuatan penuh.
"Kita terus maju dengan kekuatan penuh! Perang dimenangkan dengan inisiatif dan strategi, tetapi fondasi pertama kesuksesan adalah tekad," sebutnya.
- Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Trump Tak Senang
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan 'tidak senang' dengan pemimpin tertinggi Iran yang baru dipilih. Hal itu disampaikan oleh pembawa acara Fox News, Brian Kilmeade.
Dilansir Al Jazeera, Senin (9/3/2026), Kilmeade mengungkapkan bahwa presiden AS itu telah mengatakan kepadanya, "Saya tidak senang" dengan pilihan Iran atas Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi negara yang baru.
Trump sendiri belum berkomentar secara terbuka mengenai terpilihnya Mojtaba.
Dalam komentar sebelumnya, Trump menganggap putra Khamenei itu sebagai "orang yang tidak berpengaruh".
Simak Video .'Mojtaba Khamenei Terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru':











































