Perang terus berkecamuk di Timur Tengah. Pemerintah Amerika Serikat memerintahkan para staf kedutaan untuk meninggalkan Arab Saudi. Ini dilakukan seiring Iran menyerang kerajaan tersebut sebagai balasan atas serangan Washington dan Israel.
Dilansir kantor berita AFP, Senin (9/3/2026), Departemen Luar Negeri AS mengatakan dalam sebuah peringatan perjalanan bahwa mereka telah "memerintahkan para pegawai pemerintah AS non-darurat dan anggota keluarga pegawai pemerintah AS untuk meninggalkan Arab Saudi karena risiko keselamatan."
Perintah tersebut menunjukkan kekhawatiran yang berkelanjutan tentang serangan Iran. Terlebih, Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan bahwa ia siap untuk perang selama beberapa minggu lagi dan Teheran mengatakan siap untuk merespons.
Amerika Serikat sebelumnya telah memberikan izin kepada staf non-esensial untuk pergi, tetapi tidak mewajibkan mereka untuk melakukannya.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan mereka terus memperingatkan warga Amerika untuk "mempertimbangkan kembali perjalanan" ke Arab Saudi, meskipun tanpa memperingatkan untuk menghindari semua perjalanan ke kerajaan tersebut.
Sebelumnya, drone-drone Iran menghantam kedutaan AS di ibu kota Saudi, Riyadh, pekan lalu. Serangan drone Iran juga telah menyebabkan kerusakan di kedutaan AS di Kuwait dan Uni Emirat Arab.
Pada hari Minggu (8/3), otoritas Arab Saudi mengatakan dua orang tewas dan 12 luka-luka ketika sebuah proyektil mendarat di provinsi Al Kharj.
Iran telah bersumpah untuk membalas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran pada 28 Februari, yang menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Diketahui bahwa kerajaan-kerajaan Teluk bersekutu erat dengan Amerika Serikat, dengan Bahrain dan Qatar sama-sama menyediakan pangkalan utama bagi pasukan AS.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Sabtu lalu meminta maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan tersebut. Namun, dia kemudian mengatakan Iran akan "terpaksa membalas" jika negara-negara tersebut digunakan untuk menyerang Iran.
Tonton juga video "Trump Pede Betul Militer Iran Sudah Hancur Lebur"











































