⁠Perang AS-Israel vs Iran Merembet ke Infrastruktur Energi dan Air

⁠Perang AS-Israel vs Iran Merembet ke Infrastruktur Energi dan Air

Tim detikcom - detikNews
Senin, 09 Mar 2026 07:31 WIB
AS-Israel Serang Depot Minyak Iran
Foto: AFP/ATTA KENARE
Jakarta -

Perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran kini tidak hanya menyasar fasilitas militer, tapi juga telah merembet ke infrastruktur energi dan air. Depot minyak hingga fasilitas desalinasi air menjadi sasaran dari konflik yang meluas di Timur Tengah.

Dirangkum detikcom dari pemberitaan Aljazeera dan AFP, Minggu (9/3/2026), serangan Israel ke depot penyimpanan minyak dan fasilitas kilang di Iran telah menyebabkan kebakaran hebat di Teheran. Kobaran api terlihat membubung di ibu kota Iran.

Militer Israel mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Mereka menyatakan bahwa Israel menargetkan fasilitas minyak yang disebut terafiliasi dengan angkatan bersenjata Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan mengenai serangan itu juga disampaikan media pemerintah Iran. Ini menjadi serangan pertama yang dilaporkan menargetkan infrastruktur minyak Republik Islam tersebut.

ADVERTISEMENT

"Kami melaporkan bahwa sebuah depot minyak di selatan Teheran menjadi sasaran Amerika Serikat dan rezim Zionis," tulis kantor berita resmi IRNA.

Depot minyak itu berada di kawasan yang dekat dengan sebuah kilang minyak utama. Namun kantor berita ILNA melaporkan bahwa fasilitas kilang tersebut 'tidak mengalami kerusakan akibat serangan militer'.

Serangan juga menghantam depot minyak lain di wilayah barat laut Teheran. Jurnalis AFP melihat api dan asap membumbung dari lokasi tersebut.

Lima Titik Fasilitas Minyak

Laporan menyebutkan ada lima fasilitas minyak Iran yang diserang AS dan Israel. Serangan itu menewaskan sejumlah orang.

"Semalam, empat depot minyak dan pusat transportasi produk minyak bumi di Teheran dan Alborz diserang oleh pesawat musuh," kata CEO Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran, Keramat Veyskarami, kepada televisi pemerintah Iran, dilansir AFP, Minggu (8/3).

Terdapat sejumlah kerusakan di lokasi, namun kebakaran berhasil dikendalikan.

"Empat personel kami, termasuk dua pengemudi truk tangki minyak, tewas dalam insiden tersebut," ujar Veyskarami.

Ia mengatakan fasilitas infrastruktur energi tersebut 'mengalami kerusakan' tetapi 'api berhasil dikendalikan'.

Usai serangan, terlihat asap kebakaran menyelimuti ibu kota Iran semalaman, serta menciptakan kabut gelap di seluruh kota saat pagi tiba. Warga melaporkan bau terbakar masih tercium di udara.

Veyskarami mengatakan depot minyak Iran memiliki "cadangan bensin yang cukup".

Serangan ke Desalinasi Air

Sebelumnya, militer AS juga menyerang pabrik desalinasi di Pulau Qeshm, Iran. Pabrik itu digunakan untuk mengubah air laut menjadi air minum.

Dilansir Aljazeera, Sabtu (7/3) Abbas Araghchi mengatakan tindakan AS itu merupakan 'kejahatan yang terang-terangan dan putus asa'. Akibat serangan itu, pasokan air untuk desa-desa di Iran terganggu.

"Pasokan air di 30 desa telah terganggu," kata Araghchi.

"Menyerang infrastruktur Iran adalah langkah berbahaya dengan konsekuensi serius. AS yang menetapkan preseden ini, bukan Iran," imbuhnya.

Tak tinggal diam, Iran membalas serangan itu dengan menargetkan pangkalan militer AS yang terletak di Bahrain. Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan bahwa sirene serangan udara berbunyi, dan telah mengimbau warga untuk tetap tenang dan mencari perlindungan.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan serangan drone Iran juga telah merusak pabrik desalinasi air. Sejumlah warga juga terluka akibat puing-puing rudal Iran yang berjatuhan di Bahrain.

"Agresi Iran secara acak membom target sipil dan menyebabkan kerusakan material pada pabrik desalinasi air setelah serangan oleh drone," kata Kementerian Dalam Negeri Bahrain dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP.

Serangan itu dilakukan Iran setelah Teheran sebelumnya menuduh AS menyerang salah satu pabrik desalinasi miliknya sendiri dari pangkalan di Bahrain.

Di sisi lain, Bahrain juga mengungkap sebanyak 3 orang terluka akibat puing-puing rudal Iran berjatuhan. Puing-puing rudal yang jatuh itu merusak sebuah gedung universitas di daerah Muharraq, Bahrain.

"Akibat agresi Iran yang terang-terangan, 3 orang terluka dan kerusakan material terjadi pada sebuah gedung universitas di daerah Muharraq setelah pecahan rudal berjatuhan," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, merujuk pada daerah pulau di barat laut Manama.

Tonton juga video "Israel Klaim Tewaskan Calon Kepala Kantor Militer Pemimpin Tertinggi Iran"

Halaman 2 dari 3
(knv/fca)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads