5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 06 Mar 2026 18:07 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: AP Photo/Matt Rourke)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: AP Photo/Matt Rourke)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa saat ini akan menjadi "buang-buang waktu" untuk mempertimbangkan pengiriman pasukan darat AS ke Iran. Dia pun menepis peringatan menteri luar negeri Iran bahwa langkah tersebut akan membawa bencana bagi para penyerang.

"Itu buang-buang waktu. Mereka telah kehilangan segalanya. Mereka telah kehilangan angkatan laut mereka. Mereka telah kehilangan semua yang bisa hilang dari mereka," katanya kepada media NBC melalui telepon, dilansir kantor berita AFP, Jumat (6/3/2026).

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (6/3/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Iran Siap Hadapi Invasi Darat AS: Jadi Bencana Besar Bagi Mereka!

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengirimkan pesan tegas kepada Amerika Serikat dan Israel di tengah agresi tanpa henti dari musuh-musuh Republik Islam tersebut.

ADVERTISEMENT

Berbicara dalam wawancara eksklusif dengan NBC News dari Teheran, Iran pada hari Kamis (5/3) waktu setempat, Araghchi dengan tegas menolak anggapan ketakutan terkait potensi invasi darat AS. Dia menekankan kesiapan dan keyakinan Iran dalam mempertahankan kedaulatannya.

"Tidak, kami menunggu mereka," katanya ketika ditanya apakah ia takut akan kemungkinan invasi darat AS. "Karena kami yakin bahwa kami dapat menghadapi mereka, dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka," tambahnya, dilansir media Iran, Press TV, Jumat (6/3/2026).

- Makin Panas, Iran Ancam Serang Reaktor Nuklir Israel!

Iran mengancam akan menargetkan reaktor nuklir Israel dalam serangannya, saat Tel Aviv dan Amerika Serikat (AS) terus membombardir Teheran dan kota-kota lainnya di negara tersebut.

Laporan kantor berita Iran, ISNA, yang mengutip seorang pejabat militer Iran yang tidak disebut namanya, seperti dilansir Reuters dan New Arab, Jumat (6/3/2026), menyatakan bahwa Iran akan menargetkan situs nuklir Israel di Dimona, jika Tel Aviv dan Washington berupaya menggulingkan rezim yang berkuasa di Teheran.

Situs nuklir Dimona telah sejak lama diyakini sebagai lokasi pengembangan program senjata nuklir Israel.

- Trump Pecat Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kenapa?

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memecat Menteri Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), Kristi Noem, dari jabatannya. Trump mengumumkan Senator Partai Republik, Markwayne Mullin, sebagai penggantinya.

"Dengan senang hati saya mengumumkan bahwa Senator Amerika Serikat yang terhormat dari negara bagian Oklahoma yang hebat, Markwayne Mullin, akan menjadi Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS), efektif mulai 31 Maret 2026," kata Trump dalam pengumuman via Truth Social, seperti dilansir NPR, Jumat (6/3/2026).

Dia memuji Mullin sebagai pejuang MAGA yang membela Presiden AS itu dan agenda imigrasi pemerintahan Trump. Mullin masih perlu dikonfirmasi oleh Senat AS untuk bisa dilantik sebagai Menteri DHS secara permanen.

- Rusia Tak Pasok Senjata ke Iran yang sedang Perang, Ini Alasannya

Kremlin atau kantor kepresidenan Rusia mengungkapkan alasan pihaknya tidak memasok persenjataan kepada sekutu dekatnya, Iran, yang sedang berperang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Kremlin mengatakan seperti dilansir kantor berita Rusia, TASS, dan Reuters, Jumat (6/3/2026), bahwa Iran sejauh ini belum menghubungi Moskow untuk meminta bantuan apa pun, termasuk pasokan senjata.

Penegasan itu disampaikan Kremlin saat ditanya wartawan soal apakah Rusia berencana untuk memberikan bantuan kepada Iran, khususnya dengan mengirimkan senjata, selain dukungan politik.

- Kata Trump Soal Invasi Darat ke Iran: Buang-buang Waktu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa saat ini akan menjadi "buang-buang waktu" untuk mempertimbangkan pengiriman pasukan darat AS ke Iran. Dia pun menepis peringatan menteri luar negeri Iran bahwa langkah tersebut akan membawa bencana bagi para penyerang.

"Itu buang-buang waktu. Mereka telah kehilangan segalanya. Mereka telah kehilangan angkatan laut mereka. Mereka telah kehilangan semua yang bisa hilang dari mereka," katanya kepada media NBC melalui telepon, dilansir kantor berita AFP, Jumat (6/3/2026).

Trump menambahkan bahwa pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi bahwa Iran siap untuk invasi darat AS atau Israel adalah "komentar yang sia-sia."

Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: Calya Ugal-ugalan-Proyek Flyover Latumenten Bikin Macet

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads