Pemerintah Arab Saudi memperingatkan bahwa pihaknya memiliki "hak penuh" untuk merespons serangan-serangan Iran yang menargetkan ibu kota Riyadh dan wilayah-wilayah lainnya di negara tersebut. Saudi menyebut rentetan serangan Iran itu sebagai serangan "terang-terangan dan pengecut".
Iran melancarkan serangan serentak terhadap negara-negara Teluk yang menampung aset militer dan pasukan Amerika Serikat (AS) beberapa hari terakhir, untuk membalas pengeboman AS dan Israel terhadap wilayahnya yang dimulai sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.
Peringatan Saudi itu, seperti dilansir Arab News, Rabu (4/3/2026), disampaikan dalam sesi rapat kabinet, pada Selasa (3/3) malam, yang dipimpin oleh putra mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri (PM) Saudi, via videoconference.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerajaan menegaskan kembali hak penuh untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi keamanan, integritas wilayah, warga negara, penduduk, dan kepentingan-kepentingan vitalnya, termasuk opsi untuk merespons agresi tersebut," demikian seperti dilaporkan Saudi Press Agency (SPA).
Dalam sesi kabinet tersebut, otoritas Saudi juga menegaskan solidaritas untuk negara-negara tetangga yang juga menjadi target serangan Iran.
"Menegaskan kembali solidaritas penuh Arab Saudi dengan negara-negara sahabat yang wilayahnya menjadi sasaran agresi Iran yang terang-terangan," sebut SPA dalam laporannya. Menurut SPA, hal itu menandakan front persatuan melawan ancaman regional.
Sesi kabinet itu digelar setelah serangan-serangan Iran terus melanda sejumlah wilayah Saudi, termasuk serangan drone secara langsung terhadap Kedutaan Besar AS di Riyadh.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, mengumumkan bahwa meskipun pertahanan udara negara mampu mencegat sejumlah ancaman, namun Kedutaan Besar AS mengalami "kebakaran terbatas dan kerusakan material kecil".
Al-Malki mengumumkan lebih lanjut bahwa pasukan Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan 8 drone lainnya yang menargetkan Riyadh dan Al-Kharj pada Selasa (3/3) pagi.
Kementerian Luar Negeri Saudi, dalam pernyataan terpisah, menyebut serangan terhadap kedutaan besar itu telah melanggar Konvensi Jenewa tahun 1949 dan Konvensi Wina tahun 1961 tentang Hubungan Diplomatik.
"Perilaku Iran yang berulang secara mencolok ini... akan mendorong kawasan menuju eskalasi lebih lanjut," kata Kementerian Luar Negeri Saudi memperingatkan.
Saksikan Live DetikSore:
Lihat juga Video: Iran Serang Kilang Minyak Aramco di Saudi, Pekerja Dievakuasi











































