Heboh Fenomena 'Pizza Pentagon', Jadi Kisi-kisi Serangan Militer AS ke Iran?

Heboh Fenomena 'Pizza Pentagon', Jadi Kisi-kisi Serangan Militer AS ke Iran?

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Selasa, 03 Mar 2026 08:00 WIB
Minta Tambahan Lada untuk Pizza, Pengunjung Kaget Ada Biaya Rp 9 ribu
Ilustrasi. Pizza. (Foto: iStock)
Jakarta -

Fenomena 'Pizza Pentagon' kembali ramai jadi perbincangan setelah Amerika Serikat (AS) menggempur Iran pada akhir Februari lalu. Fenomena ini kerap dianggap menjadi sinyal militer AS akan melakukan operasi besar-besaran.

Di sekitar markas besar Pentagon, AS, ada sejumlah gerai pizza. Tepat sebelum serangan ke Iran, lonjakan pesanan pizza terjadi di gerai-gerai tersebut, khususnya pada larut malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan para jenderal Pentagon itu punya kebiasaan makan pizza saat lembur, biasanya dianggap menjelang operasi besar tertentu. Trafik aktivitas lonjakan pemesanan pizza kemudian kerap muncul di media sosial dan menjadi perbincangan.

Fenomena ini pun memunculkan istilah 'Pentagon Pizza Index'. 'Pentagon Pizza Index' ini muncul dari pola-pola serupa yang terjadi tepat sebelum AS melancarkan suatu operasi sejak era Perang Dingin.

ADVERTISEMENT

Dilansir The Guardian, meskipun jauh dari ilmiah, teori pizza Pentagon dianggap bukan sesuatu yang dibuat-buat di internet.

Pada tahun 1989, fenomena itu muncul ketika pengiriman pizza ke Pentagon dilaporkan meningkat dua kali lipat tepat sebelum invasi AS ke Panama pada Desember 1989. Kemudian melonjak lagi sebelum Operasi Badai Gurun pada tahun 1991.

Dilansir Investor's Business Daily, agen intelijen Soviet sudah memantau pola pengiriman makanan larut malam, menurut situs web indeks pizza, sejak tahun 1970-an. Pizzeria yang melaporkan lonjakan pesanan, terutama pada jam-jam yang tidak biasa, menunjukkan sesi kerja larut malam di Departemen Pertahanan menjelang kemungkinan operasi militer.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengakui bahwa ia mengetahui indeks pizza dan akun X yang melacak pesanan ke Pentagon. Departemen Pertahanan telah mempertimbangkan indeks tersebut ketika merencanakan serangkaian serangan sebelumnya terhadap Iran pada bulan Juni tahun lalu, yang dijuluki Operasi Midnight Hammer.

Hegseth kala itu juga menyatakan dirinya bisa saja memesan pizza di gerai-gerai sekitar markas Departemen Pertahanan AS itu dalam jumlah besar pada larut malam untuk mengecoh intelijen sumber terbuka dan publik.

"(Memesan pizza pada) malam-malam secara acak hanya untuk mengecoh semua orang," katanya.

Halaman 2 dari 2
(fca/yld)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads