Warga Kota New York, Amerika Serikat (AS), memadati Times Square beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangkaian serangan mematikan terhadap Iran. Mereka menuntut agar perang segera dihentikan.
Dilansir Al-Jazeera, Bernama dan CBS News, Minggu (1/3/2026), massa tampak membawa poster yang berisi desakan agar AS tak mengobarkan perang di kawasan Arab atau kerap disebut Timur Tengah.
"No new US war in the Middle East (Jangan ada perang baru AS di Timur Tengah)," demikian isi salah satu poster yang dibawa pendemo.
Direktur Pendidikan di The People's Forum New York, Layan Fuleihan, mengatakan AS memiliki ribuan hulu ledak nuklir yang siap diluncurkan jika ada negara lain yang mengarahkan nuklir ke AS. Dia menyebut Iran bukan ancaman terhadap AS.
"Iran bukan ancaman terhadap AS. Kita tidak akan tertipu dengan kebohongan yang sama 20 tahun lalu," ucapnya di lokasi demo.
Sebelumnya, Wali Kota New York, Zohran Mamdani, mengutuk langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerang Iran. Dia mengatakan langkah Trump itu ilegal dan warga AS tak ingin perang untuk mengganti rezim di negara lain.
"Serangan militer hari ini oleh Amerika Serikat dan Israel menandai eskalasi bencana dalam tindakan perang agresi ilegal," kata Mamdani dalam sebuah acara di Brooklyn seperti dilansir dilansir Politico, Minggu (1/3/2026).
Dia mengatakan warga AS ingin perdamaian. Dia juga menyebut warga AS ingin solusi untuk rumah terjangkau.
"Membom kota-kota, membunuh warga sipil, membuka medan perang baru, rakyat Amerika tidak menginginkan ini. Rakyat Amerika tidak menginginkan perang lain dalam upaya perubahan rezim. Kami menginginkan solusi untuk krisis keterjangkauan perumahan. Kami menginginkan perdamaian," ujarnya.
AS dan Israel menyerang Iran pada Sabtu (28/2). Serangan itu menewaskan sejumlah petinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi mereka Ali Khamenei.
Simak juga Video Iran Sebut AS Tak Serius Berdiplomasi: Mereka Tak Bisa Dipercaya











































