Rusia Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Langgar Hukum Internasional!

Rusia Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Langgar Hukum Internasional!

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 01 Mar 2026 09:29 WIB
Russian Ambassador to the United Nations Vassily Nebenzia speaks during an urgent meeting called by Great Britain to the United Nations Security Council to brief members on former spy poisoning at U.N. headquarters in New York, U.S., March 14, 2018.
Foto: Utusan Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia (REUTERS/Shannon Stapleton)
Jakarta -

Utusan Rusia untuk PBB mengutuk keras serangan militer AS dan Israel ke Iran. Rusia menilai serangan itu tanpa provokasi dan melanggar prinsip hukum internasional.

"Tindakan Washington dan Yerusalem Barat tidak lain adalah tindakan agresi bersenjata tanpa provokasi lainnya terhadap negara anggota PBB yang berdaulat dan independen, yang melanggar piagam organisasi dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional," kata utusan Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia selama sesi darurat di Dewan Keamanan PBB dilansir Anadolu, Minggu (1/3/2026).

Dia menegaskan bahwa serangan itu "mencampuri urusan internal Iran dan menghancurkan negara yang tidak disukai Barat,". AS dan Israel dinilai telah melakukan langkah gegabah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah AS dan Israel yang tidak bertanggung jawab, langkah gegabah, seperti yang telah kami peringatkan sebelumnya, telah menyebabkan peningkatan tajam situasi di seluruh wilayah," tuturnya.

"Selain itu, operasi militer AS dan Israel merupakan pengkhianatan terhadap diplomasi," tambahnya.

Adapun sesi darurat tersebut diminta oleh misi tetap Prancis, Bahrain, China, Rusia, dan Kolombia.

Namun, Nebenzia mengatakan Rusia dan China meminta utusan dari Inggris, yang saat ini menjabat sebagai presiden Dewan Keamanan, untuk mengadakan sidang di bawah agenda "ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional."

"Upaya kepresidenan Inggris untuk secara artifisial mengecilkan tingkat bahaya situasi saat ini sama sekali tidak dapat diterima," katanya.

Diplomat Rusia itu selanjutnya mengkritik kepresidenan Inggris karena "secara terang-terangan" mengabaikan permintaan Rusia dan China untuk mengundang Jeffrey David Sachs, direktur Pusat Pembangunan Berkelanjutan di Universitas Columbia, untuk memberikan pengarahan kepada dewan.

Simak juga Video Trump Klaim Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Tewas

(rdp/imk)


Berita Terkait