Imam Masjid di AS Jadi Target Penembakan, Pelaku Diburu

Imam Masjid di AS Jadi Target Penembakan, Pelaku Diburu

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 25 Feb 2026 11:34 WIB
Ilustrasi (dok. Getty Images/mahiruysal)
Ilustrasi (dok. Getty Images/mahiruysal)
Utah -

Seorang imam masjid terbesar di Utah, Amerika Serikat (AS), menjadi target penembakan di bulan suci Ramadan. Pelaku melepaskan rentetan tembakan ke arah imam masjid tersebut di depan rumahnya, sebelum melarikan diri dengan mobil dari lokasi.

Mujur, berondongan tembakan itu meleset dan tidak mengenai imam masjid tersebut. Kepolisian setempat sedang memburu pelaku penembakan.

Shuaib Din yang merupakan imam masjid pada Utah Islamic Center di West Jordan, dekat perbatasan Sandy, Utah, seperti dilansir The Salt Lake Tribune, Rabu (25/2/2026), menuturkan bahwa penembakan itu terjadi di depan rumahnya pada Senin (23/2) malam waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Din mengatakan bahwa usai dirinya buka puasa bersama keluarga di rumahnya, yang hanya berjarak dua menit dari masjid, dan mengeluarkan mobil dari garasi untuk kembali ke masjid pada pukul 19.45 waktu setempat, tiba-tiba seorang pria bersenjata yang memakai masker dan hoodie mendekati dirinya.

ADVERTISEMENT

Pria bersenjata itu, sebut Din, keluar dari mobil yang diparkir di depan rumah dan melepaskan tembakan ke arah dirinya, sebelum kabur dari lokasi.

"Jelas, dia mengetahui rumah saya, mengetahui mobil saya, dan mengetahui jadwal saya," kata Din kepada The Salt Lake Tribune pada Selasa (24/2) pagi.

Din kemudian menghubungi layanan darurat 911 untuk melaporkan apa yang terjadi. Ketika operator 911 menanyakan apakah Din sempat mencatat nomor plat kendaraan pelaku, dia mengakui tidak sempat dan memutuskan untuk mengejar pelaku dengan harapan mendapatkan nomor plat kendaraannya.

Saat pengejaran berlangsung, menurut Din, pelaku tiba-tiba menghentikan kendaraannya dan keluar dari mobil, kemudian melepaskan rentetan tembakan, sekitar delapan tembakan, ke arah mobil imam masjid itu.

Peluru-peluru dari senjata pelaku menembus kursi depan dan belakang, serta kaca depan mobil Din. Setelah itu, Din memutuskan untuk tidak melanjutkan pengejaran.

Departemen Kepolisian Sandy mengonfirmasi bahwa mobil Din terkena tembakan "beberapa kali".

"Kepolisian mengerahkan semua sumber daya yang tersedia, termasuk berkomunikasi dengan FBI, untuk dapat menyelesaikan penyelidikan kami, dan menemukan semua tersangka yang mungkin," kata Sersan Michael Olsen dari Kepolisian Sandy.

Sejauh ini, kata Olsen, kepolisian "belum menahan satu tersangka pun". Motif di balik penembakan ini juga belum diketahui secara jelas.

Empat foto telah dirilis kepolisian yang menunjukkan kendaraan pelaku penembakan, dengan kepolisian meminta bantuan informasi dari publik. Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) menawarkan imbalan sebesar US$ 5.000 (Rp 84 juta) untuk "informasi yang mengarah pada penangkapan dan penghukuman tersangka".

Wali Kota Sandy, Minica Zoltanski, dan Dewan Kota setempat menyatakan penembakan menargetkan imam masjid setempat itu meresahkan. Mereka bersyukur bahwa Din tidak mengalami luka fisik.

Tonton juga video "Penembakan Maut di Lapangan Sepak Bola Meksiko, 11 Orang Tewas"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads