Memanas Lagi! Jepang Protes ke China Soal Tuduhan Bangkitkan Militerisme

Memanas Lagi! Jepang Protes ke China Soal Tuduhan Bangkitkan Militerisme

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 16 Feb 2026 14:57 WIB
Menlu China Wang Yi menuai protes keras dari Jepang setelah menuduh negara itu berupaya menghidupkan kembali militerisme (dok. AFP/WANG ZHAO)
Menlu China Wang Yi menuai protes keras dari Jepang setelah menuduh negara itu berupaya menghidupkan kembali militerisme (dok. AFP/WANG ZHAO)
Tokyo -

Ketegangan kembali meningkat setelah Jepang melayangkan protes keras kepada China pada Minggu (15/2). Protes keras ini berkaitan dengan komentar Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Wang Yi, yang menuduh "kekuatan sayap kanan ekstrem" di Jepang berupaya menghidupkan kembali militerisme.

Pernyataan Wang yang menuai protes keras itu disampaikan dalam Konferensi Keamanan Munich di Jerman, ketika dia menyampaikan pandangannya tentang hubungan Beijing dan Tokyo, yang berada di bawah tekanan berat sejak Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi berkomentar soal Taiwan pada November lalu.

Wang dalam Konferensi Keamanan Munich mengatakan bahwa: "Rakyat Jepang tidak boleh lagi membiarkan diri mereka dimanipulasi atau ditipu oleh kekuatan sayap kanan ekstrem tersebut, atau oleh pihak yang berupaya menghidupkan kembali militerisme."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua negara pencinta damai harus mengirimkan peringatan yang jelas kepada Jepang: Jika Jepang memilih untuk kembali ke jalan ini, mereka hanya akan bergerak menuju kehancuran diri sendiri," sebut Wang dalam pernyataannya.

ADVERTISEMENT

Reaksi keras diberikan oleh Kementerian Luar Negeri Jepang, seperti dilansir AFP, Senin (16/2/2026), yang menolak tuduhan Wang itu sebagai tuduhan yang "tidak benar secara faktual dan tidak berdasar".

"Upaya Jepang untuk memperkuat kemampuan pertahanannya merupakan respons terhadap lingkungan keamanan yang semakin ketat dan tidak ditujukan terhadap negara ketiga tertentu," tegas Kementerian Luar Negeri Jepang dalam pernyataan via media sosial X pada Minggu (15/2) waktu setempat.

Dikatakan juga oleh Kementerian Luar Negeri Jepang bahwa ada "negara-negara di komunitas internasional yang telah dengan cepat meningkatkan kemampuan militer mereka secara tidak transparan".

Namun ditambahkan bahwa: "Jepang menentang langkah-langkah tersebut dan menjauhkan diri dari mereka."

Menlu Jepang, Toshimitsu Motegi, memperjelas sikapnya dalam konferensi yang sama di Munich, namun berbeda sesi.

Disebutkan juga bahwa Tokyo telah melayangkan protes keras kepada pihak Beijing melalui jalur diplomatik.

Ketegangan antara Jepang dan China berawal ketika PM Takaichi, hanya beberapa minggu setelah menjabat, mengatakan bahwa Jepang akan melakukan intervensi militer jika terjadi serangan terhadap Taiwan.

Komentar itu menuai kemarahan Beijing yang mengklaim Taipei sebagai bagian wilayah kedaulatannya dan mengancam akan menggunakan kekerasan untuk menguasainya.

Simak juga Video 'PM Sanae Takaichi Buka Suara soal Kisruh Jepang-China':

Halaman 2 dari 2
(nvc/imk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads