Sebuah ledakan mengguncang toko kembang api di wilayah China bagian timur. Sedikitnya delapan orang tewas dan dua orang lainnya mengalami luka-luka akibat ledakan yang memicu kebakaran tersebut.
Masyarakat di pedesaan China sering menyalakan kembang api jenis percikan dan kembali api "rudal" yang berderit untuk merayakan hari libur dan peristiwa penting seperti Tahun Baru Imlek, yang diperingati pada Selasa (17/2) besok.
Ledakan tersebut, seperti dilansir AFP, Senin (16/2/2026), terjadi di area distrik Donghai yang ada di Provinsi Jiangsu pada Minggu (15/2) siang, sekitar pukul 14.30 waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas setempat mengatakan bahwa "pembuangan kembang api yang tidak tepat" oleh satu atau lebih penduduk desa setempat menyebabkan ledakan di sebuah toko kembang api yang ada di area tersebut.
"Otoritas penanggulangan darurat, pemadam kebakaran, keamanan publik dan otoritas kesehatan segera bergegas ke lokasi kejadian untuk melakukan operasi penyelamatan dan penanganan," demikian pernyataan otoritas distrik Donghai via media sosial.
Pernyataan itu menyebut bahwa kebakaran yang disebabkan oleh ledakan tersebut berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 waktu setempat.
Diumumkan oleh otoritas distrik Donghai bahwa sedikitnya delapan orang tewas dan dua orang lainnya mengalami luka bakar ringan.
Penyelidikan sedang dilakukan terhadap insiden mematikan tersebut. Pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden itu telah ditahan pihak berwenang.
Kementerian Penanggulangan Darurat mengatakan bahwa China memasuki periode puncak penggunaan kembang api selama liburan Tahun Baru Imlek, dan memperingatkan warga agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak aman, seperti uji tembak atau merokok di luar toko.
Ditambahkan juga bahwa Kementerian Penanggulangan Darurat mengirimkan pemberitahuan peringatan kepada perusahaan-perusahaan kembali api di seluruh China yang isinya "mewajibkan inspeksi menyeluruh" terhadap risiko dan bahaya keselamatan.
Lihat juga Video 'Detik-detik Munculnya Sinkhole di Shanghai':











































