Singapura Siapkan Aturan Baru Soal Blind Box Demi Tekan Risiko Judi

Singapura Siapkan Aturan Baru Soal Blind Box Demi Tekan Risiko Judi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 16 Feb 2026 09:57 WIB
Produk blind box dijual di Times Square, New York, AS (dok. REUTERS/Mike Segar)
Produk blind box dijual di Times Square, New York, AS (dok. REUTERS/Mike Segar)
Singapura -

Otoritas Singapura akan memberlakukan aturan baru untuk penjualan blind box guna mengatasi risiko-risiko terkait perjudian. Langkah ini diambil setelah lembaga layanan sosial memperingatkan bahwa aktivitas berbasis peluang, seperti blind box, memicu kekhawatiran signifikan, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

Rencana aturan baru tu, seperti dilansir Channel News Asia, Senin (16/2/2026), diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Singapura, K Shanmugam, saat menanggapi pertanyaan anggota parlemen Dennis Tan soal apakah pemerintah akan mewajibkan pengungkapan peluang untuk produk blind box atau "gacha".

Blind box merupakan paket tersegel atau tertutup yang berisi figur misteri atau barang koleksi dari suatu seri, dengan pembeli tidak mengetahui barang yang dibelinya sampai akhirnya dibuka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pernyataannya, Shanmugam mengatakan bahwa kementeriannya dan Otoritas Regulasi Perjudian telah mempelajari masalah blind box ini dan memutuskan untuk memperkenalkan ketentuan mengenai bagaimana blind box dapat ditawarkan.

ADVERTISEMENT

"Regulasinya sedang dirancang," kata Shanmugam dalam tanggapan secara tertulis kepada pertanyaan Dennis Tan.

"Saran anggota parlemen untuk memiliki pengungkapan peluang dan probabilitas yang wajib dan terstandarisasi akan menjadi salah satu poin yang akan dipertimbangkan untuk regulasi tersebut," jelasnya.

Undang-undang Pengendalian Perjudian, yang berlaku di Singapura, mengizinkan beberapa jenis layanan perjudian berisiko rendah, seperti undian berhadiah (lucky draw), untuk ditawarkan di bawah rezim lisensi kelas, di mana tidak perlu mengajukan lisensi dari Otoritas Regulasi Perjudian.

Otoritas tersebut menyatakan via situs webnya bahwa rincian lebih lanjut tentang ketentuan lisensi kelas untuk blind box atau mystery box akan disampaikan kemudian.

Rencana aturan baru untuk blind box ini diumumkan setelah lembaga layanan sosial TOUCH Community Services memperingatkan bahwa aktivitas berbasis peluang seperti itu dapat menimbulkan kekhawatiran potensial.

"Meningkatnya normalisasi permainan dan aktivitas berbasis peluang, seperti pembelian blind box, menimbulkan kekhawatiran yang signifikan, terutama bagi anak-anak dan remaja," kata konselor utama di departemen konseling dan intervensi pada TOUCH Community Services, Shawn Soh.

"Pembelian ini memberikan sensasi ketidakpastian dan potensi hadiah, yang dapat dengan cepat meningkat menjadi perilaku kompulsif. Sensasi dopamine yang terlibat dalam blind box dapat memicu sistem penghargaan yang kuat di otak, yang dapat sangat adiktif," sebutnya.

Kegagalan mendapatkan satu barang yang langka, menurut Soh, juga dapat memicu kecemasan dan depresi.

Simak juga Video 'PPATK Catat Perputaran Judol RI Capai Rp 286 T di 2025':

Halaman 2 dari 2
(nvc/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini