CEO Pelabuhan Dubai Mundur Usai Terseret Skandal Epstein

CEO Pelabuhan Dubai Mundur Usai Terseret Skandal Epstein

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 14 Feb 2026 15:47 WIB
Jeffrey Epstein (Foto: Florida Department of Law Enforcement via Getty Images)
Jeffrey Epstein (Foto: Florida Department of Law Enforcement via Getty Images)
Jakarta -

Sultan Ahmed bin Sulayem mundur dari jabatannya sebagai CEO raksasa logistik DP World yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), setelah meningkatnya tekanan terkait hubungannya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

DP World mengumumkan pengunduran dirinya, "berlaku segera", pada hari Jumat (13/2) waktu setempat, dan menunjuk Essa Kazim sebagai ketua grup dan Yuvraj Narayan sebagai CEO baru. Foto Sulayem pun telah dihapus dari situs web perusahaan tersebut.

DP World, raksasa logistik di Dubai yang mengelola terminal pelabuhan di enam benua dan memainkan peran penting dalam infrastruktur perdagangan global, telah berada di bawah tekanan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir dari bisnis-bisnis yang bekerja sama dengannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Awal pekan ini, lembaga pembiayaan pembangunan Inggris dan dana pensiun terbesar kedua Kanada, La Caisse, mengatakan mereka menangguhkan investasi baru ke perusahaan tersebut.

ADVERTISEMENT

Proyek Earthshot Pangeran Wales, yang menerima pendanaan dari DP World, juga dilaporkan ke Komisi Amal Inggris setelah Sulayem muncul dalam berkas tersebut.

Dokumen-dokumen tersebut mengungkapkan apa yang tampaknya merupakan hubungan dekat dan luas antara salah satu tokoh bisnis paling berpengaruh di Teluk dan Epstein.

Tekanan terhadap DP World meningkat setelah anggota Kongres Amerika Serikat mengungkapkan nama Sulayem tercatat dalam berkas-berkas pengadilan Epstein. Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS itu mengungkap jaringan hubungan Epstein dengan tokoh-tokoh elite dunia di bidang politik hingga bisnis.

Berkas itu menunjukkan adanya hubungan dekat antara keduanya selama lebih dari satu dekade usai Epstein divonis atas tuduhan prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur pada 2008 lalu. Isi dokumen tersebut, meliputi email dan pesan teks yang menunjukkan diskusi mengenai bisnis, percakapan tentang seks, serta rencana kunjungan ke pulau pribadi milik Epstein.

Dokumen-dokumen tersebut menunjukkan bahwa Epstein memperkenalkan Sulayem kepada berbagai tokoh internasional dari bidang politik dan bisnis melalui email.

Menurut analisis BBC News Arabic terhadap dokumen-dokumen tersebut, email-email tersebut tampaknya menunjukkan bahwa Sulayem telah berhubungan dengan Epstein sejak tahun 2007.

Rangkaian email tersebut menunjukkan bahwa keduanya menjalin persahabatan yang erat, secara teratur saling mengirimkan rencana perjalanan, ide bisnis, dan kontak, serta artikel berita dan lelucon kasar.

Epstein menggambarkan Sulayem sebagai "salah satu teman terpercayanya" dalam sebuah email dari Juni 2013.

Kedua pria tersebut membahas ide-ide bisnis di seluruh dunia, termasuk rencana Dubai untuk meluncurkan mata uang digital "Islami".

Mereka tampaknya tetap berhubungan setidaknya hingga tahun 2017, dua tahun sebelum kematian Epstein, dan meskipun Epstein telah divonis bersalah pertama kali pada tahun 2008 karena meminta dan menyediakan seseorang di bawah usia 18 tahun untuk prostitusi.

Email-email tersebut tampaknya menunjukkan bahwa Sulayem dan Epstein bertukar banyak pesan yang membahas tentang gadis dan wanita di sekitar mereka.

Dalam salah satu email, Epstein menulis kepada Sulayem tentang video penyiksaan. "Di mana kamu? Apakah kamu baik-baik saja, aku menyukai video penyiksaan itu"," tulis Epstein.

Balasan email kemudian juga diposting. Berbunyi "Saya berada di China, saya akan berada di AS pada minggu kedua bulan Mei".

Simak juga Video 'Taipan UEA yang Dekat dengan Epstein Tak Lagi Jadi CEO DP World':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads