5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Feb 2026 17:30 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan tekanannya terhadap Presiden Israel Isaac Herzog dalam upayanya mendapatkan pengampunan untuk sekutunya, Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, yang menghadapi tuduhan penyuapan.

Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis (12/2) waktu setempat, bahwa perdana menteri Israel tersebut telah menjadi pemimpin masa perang yang "luar biasa". Kemudian ia mengecam Herzog karena tidak memberikan pengampunan presiden kepada Netanyahu.

"Anda memiliki seorang presiden yang menolak untuk memberikan pengampunan kepadanya. Saya pikir orang itu seharusnya malu pada dirinya sendiri," kata Trump tentang Herzog.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (13/2/2026):

- Pentagon Perintahkan Kapal Induk Kedua Bergerak ke Timur Tengah

ADVERTISEMENT

Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon telah memerintahkan kapal induk kedua untuk dikerahkan ke Timur Tengah. Demikian dilaporkan media AS pada hari Kamis (12/2) waktu setempat, seiring Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran.

Washington dan Teheran telah memulai pembicaraan tidak langsung pekan lalu mengenai masa depan program nuklir Iran. Trump pada hari Kamis memperingatkan adanya konsekuensi "sangat traumatis" bagi Iran jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.

Akhir bulan lalu, Trump telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal perang pengiringnya ke Teluk Persia. Ini dilakukan seiring Trump meningkatkan ancaman terhadap Iran atas tindakan kerasnya terhadap protes anti-pemerintah. Kapal-kapal tersebut masih berada di wilayah tersebut.

- Horor 2 Wanita Dimutilasi-Dibuang ke Tempat Sampah di Turki

Dua wanita asing asal Uzbekistan ditemukan tewas dalam keadaan dimutilasi di Istanbul, Turki, dengan potongan tubuh mereka ditemukan di dalam tempat sampah. Dua pria yang juga warga negara Uzbekistan, telah ditangkap kepolisian karena diduga mendalangi pembunuhan itu.

Laporan media lokal Turki, seperti dilansir AFP, Jumat (13/2/2026), menyebut kedua wanita Uzbekistan itu diyakini dibunuh dengan cara yang sama, di lokasi yang sama di area distrik Sisli, Istanbul, sekitar 23 Januari lalu. Motif pembunuhan tersebut belum diketahui secara jelas.

Kepolisian Istanbul awal menemukan sesosok mayat tanpa kepala yang terbungkus kain dan dibuang di tempat sampah di area Sisili. Bagian kaki mayat itu juga telah dimutilasi.

- Ngeri, Ribuan Warga Gaza 'Lenyap' Akibat Senjata Termal Israel

Laporan investigasi khusus Al Jazeera, media terkemuka yang berbasis di Qatar, menyebut ribuan warga Palestina "lenyap" akibat senjata yang digunakan militer Israel di Jalur Gaza sejak perang berkecamuk pada Oktober 2023.

Lenyapnya ribuan warga Palestina itu dikaitkan dengan penggunaan senjata bersuhu tinggi oleh Israel, yang diduga mampu membuat jaringan tubuh manusia menguap tanpa meninggalkan jejak.

Penyelidikan ini, seperti dilaporkan Al Jazeera dan dilansir Anadolu Agency, Jumat (13/2/2026), tertuang dalam laporan investigasi khusus Al Jazeera berjudul "The Rest of the Story" yang ditayangkan pada Senin (9/2) waktu setempat.

- Ketua KPK Malaysia Akan Diperiksa Gegara Punya Saham Rp 3,4 M

Pemerintah Malaysia memerintahkan penyelidikan terhadap ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) negara tersebut atas tuduhan pelanggaran keuangan, menyusul laporan soal kepemilikan saham secara tidak sah di sebuah perusahaan publik.

Kontroversi ini semakin mempersulit upaya Malaysia untuk memulihkan citranya setelah skandal 1MDB yang merugikan negara hingga miliaran dolar Amerika, yang membuat seorang mantan perdana menteri dipenjara dan membebani negara dengan utang besar.

Laporan media terkemuka Bloomberg, seperti dilansir AFP, Jumat (13/2/2026), menyebutkan bahwa Ketua KPK Malaysia (MACC), Azam Baki, memiliki jutaan saham di sebuah perusahaan jasa keuangan, senilai sekitar 800.000 Ringgit, atau setara Rp 3,4 miliar.

- Trump Kecam Presiden Israel yang Tidak Ampuni Netanyahu: Memalukan!

Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan tekanannya terhadap Presiden Israel Isaac Herzog dalam upayanya mendapatkan pengampunan untuk sekutunya, Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, yang menghadapi tuduhan penyuapan.

Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis (12/2) waktu setempat, bahwa perdana menteri Israel tersebut telah menjadi pemimpin masa perang yang "luar biasa". Kemudian ia mengecam Herzog karena tidak memberikan pengampunan presiden kepada Netanyahu.

"Anda memiliki seorang presiden yang menolak untuk memberikan pengampunan kepadanya. Saya pikir orang itu seharusnya malu pada dirinya sendiri," kata Trump tentang Herzog.

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads