Penasihat Presiden Donald Trump, Tom Homan, mengumumkan akan mengakhiri operasi imigrasi besar-besaran di Minnesota, Amerika Serikat (AS). Operasi itu sebelumnya memicu protes luas setelah menewaskan dua warga AS dan menimbulkan gelombang kritik nasional.
"Saya telah mengusulkan dan Presiden Trump telah menyetujui bahwa operasi peningkatan ini diakhiri," kata Homan dalam sebuah pengarahan di Minneapolis, dilansir AFP, Kamis (12/2/2026).
"Pengurangan signifikan telah berlangsung minggu ini dan akan berlanjut hingga minggu depan," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasi tersebut telah memicu protes massal di Minneapolis, dan penembakan fatal terhadap Renee Good dan Alex Pretti kurang dari tiga minggu terpisah bulan lalu menyebabkan gelombang kritik.
Homan mengemukakan kemungkinan bahwa para petugas akan dikerahkan ke lokasi lain, namun tidak menjelaskan secara detail.
"Dalam minggu depan, kami akan mengerahkan para petugas di sini untuk tugas tambahan, kembali ke kantor polisi asal mereka atau daerah lain di negara ini di mana mereka dibutuhkan. Tetapi kami akan terus menegakkan hukum imigrasi," ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Trump mengisyaratkan bahwa "pendekatan lebih lunak" mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah imigrasi. Hal ini setelah pemerintahan Trump menarik 700 agen imigrasi dari Minnesota, menyusul rentetan penembakan mematikan yang menuai kemarahan publik AS.
"Saya belajar bahwa mungkin kita bisa menggunakan pendekatan yang sedikit lebih lunak. Tetapi Anda tetap harus tegas," kata Trump dalam wawancara dengan program televisi NBC "Nightly News", seperti dilansir AFP, Kamis (5/2/2026).
Isyarat pendekatan lebih lunak itu disampaikan Trump saat ditanya soal apa yang telah dia pelajari dari situasi di Minneapolis, kota besar di Minnesota.
Tonton juga video "Trump Ungkit Keluar dari Perjanjian Iklim Paris: Kita Cinta Batu Bara"
(eva/fas)










































