Mendagri Portugal Mundur Usai Dikritik Soal Banjir

Mendagri Portugal Mundur Usai Dikritik Soal Banjir

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 11 Feb 2026 13:16 WIB
Badai Kristin dan Leonardo menerjang wilayah Portugal dan menyebabkan banjir di sejumlah daerah, termasuk paroki Valada, Cartaxo, Minggu (8/2/2026). Hujan lebat yang disertai angin kencang membuat kawasan permukiman dan fasilitas umum tergenang air.
Foto: REUTERS/Pedro Nunes
Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Portugal mengundurkan diri dari jabatannya setelah dikritik atas penanganan banjir akibat badai dahsyat yang melanda negara tersebut dalam beberapa minggu terakhir.

Maria Lucia Amaral "merasa bahwa ia tidak memiliki kondisi pribadi dan politik yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya", demikian pernyataan kepresidenan Portugal pada Selasa malam waktu setempat, dilansir kantor berita AFP, Rabu (11/2/2026).

Posisinya akan diisi sementara oleh Perdana Menteri Luis Montenegro dari kubu tengah-kanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah Montenegro telah dikritik atas tanggapannya terhadap badai dan angin kencang selama dua minggu, yang telah menewaskan sedikitnya tujuh orang dan menyebabkan kerugian sekitar empat miliar euro (4,7 miliar dolar AS).

ADVERTISEMENT

"Pengunduran diri menteri dalam negeri adalah bukti bahwa pemerintah telah gagal dalam menanggapi keadaan darurat ini," kata Jose Luis Carneiro, Sekretaris Jenderal Partai Sosialis yang merupakan partai oposisi, kepada pers Portugal segera setelah pengumuman tersebut.

Negara tersebut telah mengalami periode cuaca ekstrem yang semakin berkepanjangan dan intens, seperti hujan deras dan gelombang panas, yang telah lama dikaitkan oleh para ilmuwan dengan pembakaran bahan bakar fosil oleh manusia.

Dilansir Al Jazeera, Portugal masih berjuang menghadapi dampak Badai Kristin, yang membuat puluhan ribu warga kehilangan listrik, ketika Badai Leonardo menerjang awal pekan ini. Satu orang meninggal dunia selama Badai Leonardo di Portugal, dan sebanyak 1.100 orang dievakuasi di seluruh negeri.

Institut Meteorologi Nasional Portugal (IPMA) menetapkan seluruh garis pantai dalam status siaga oranye akibat gelombang tinggi yang mencapai 13 meter. Delapan dari 18 distrik daratan utama, terutama di tengah dan selatan, juga kini berstatus siaga.

"Semua daerah aliran sungai berada di bawah tekanan berat," terutama Sungai Tagus di Lisbon dan Sungai Sado di selatan, kata juru bicara Otoritas Perlindungan Sipil Nasional kepada AFP.

Lihat juga Video 'Badai Claudia Hantam Eropa, Banjir Bandang Terjang Inggris-Portugal':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads