Intelijen Turki Tangkap 2 Terduga Mata-mata Mossad

Intelijen Turki Tangkap 2 Terduga Mata-mata Mossad

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 06 Feb 2026 17:05 WIB
Intelijen Turki Tangkap 2 Terduga Mata-mata Mossad
Ilustrasi (dok. Getty Images/iStockphoto/Fahroni)
Istanbul -

Otoritas intelijen Turki menangkap dua orang yang diduga merupakan mata-mata Mossad, badan intelijen Israel. Kedua orang itu diduga telah memberikan informasi yang membantu Mossad menargetkan musuh-musuhnya.

Laporan kantor berita Anadolu Agency, yang mengutip sumber keamanan Turki, seperti dilansir AFP, Jumat (6/2/2026), mengidentifikasi dua orang yang ditangkap sebagai Mehmet Budak Derya dan Veysel Kerimoglu. Keduanya ditangkap di Istanbul.

Disebutkan bahwa keduanya telah sejak lama berada dalam pengawasan badan intelijen Turki, MIT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Derya yang seorang insinyur pertambangan, menurut sumber keamanan Turki, pertama kali menarik perhatian Mossad pada tahun 2005 ketika dia membuka tambang marmer di dekat kota pesisir selatan Mersin dan mulai berdagang ke luar negeri.

ADVERTISEMENT

Dia pertama kali dihubungi oleh seseorang bernama Ali Ahmed Yassin pada tahun 2012. Para penyidik Turki menyebut Yassin menjalankan perusahaan fiktif Israel.

Yassin mengundang Derya untuk pertemuan bisnis di Eropa pada tahun 2013, di mana Derya diduga pertama kali bertemu agen-agen Mossad. Dalam pertemuan itu, mereka membahas soal perdagangan marmer dan menyarankan agar Derya mempekerjakan seorang warga Turki keturunan Palestina, Veysel Kerimoglu.

Kedua pria itu kemudian berteman dan diduga mulai berbagi informasi dengan Mossad, yang membayar gaji Kerimoglu.

Melalui Kerimoglu, Derya semakin meningkatkan aktivitasnya di Timur Tengah, membangun hubungan soal dan komersial dengan warga-warga Palestina yang menentang kebijakan Israel dan diduga membagikan informasi tentang mereka kepada Mossad.

Kedua pria itu juga diduga telah mengirimkan informasi teknis dan foto-foto tempat yang ingin mereka kuasai, terutama di Gaza.

Awal tahun 2016, Kerimoglu diduga menyarankan Derya untuk mulai memasok suku cadang drone, dan pengusaha itu menghubungi seseorang bernama Mohamed Zouari, yang kemudian tewas di Tunisia pada tahun yang sama, diduga dibunuh Mossad.

Zouari yang merupakan insinyur yang ahli dalam pengembangan drone untuk kelompok Hamas, tewas ditembak di dalam mobilnya di kota Sfax, Tunisia bagian timur, pada Desember 2016. Tahun lalu, pengadilan Tunisia menghukum 18 orang secara in-absentia atas pembunuhannya.

Derya ditangkap saat mencoba mendirikan sebuah perusahaan yang akan mengawasi tiga shell company di Asia, yang tujuannya diduga untuk menyembunyikan asal-usul berbagai produk yang akan dipasok kepada pembeli yang berada dalam pengawasan Mossad.

Kedua tersangka yang ditangkap saat ini masih diinterogasi oleh Kepolisian Turki.

Lihat juga Video 'Ricuh di Parlemen Turki, Sesama Anggota Saling Adu Jotos':

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads